HarianBernas.com-Tentu, akan luar biasa jika DKI Jakarta tidak pernah terendam banjir lagi. Alhasil, kejadian banjir tidak menjadi peristiwa yang mengejutkan lagi bagi banyak orang, terutama warganya. Warga Jakarta sudah terlalu lelah untuk bermimpi bahwa tidak akan pernah ada banjir lagi.
Banjir langganan ini seolah menjadi agenda rutin yang harus diterima dengan lapang dada. Telah banyak gubernur yang menjabat berusaha keras untuk menaklukan persoalan banjir di Ibu Kota. Namun, tetap saja masih terjadi banjir.
Gubernur DKI Jakarta saat ini, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pun memberikan komentarnya terkait banjir yang melanda sejumlah titik di Ibukota beberapa waktu yang lalu. Gubernur petahana yang saat ini sedang banyak menjadi sorotan menuturkan bahwa banjir yang melanda di sejumlah kawasan Jakarta, khususnya Kelurahan Cipinang Melayu terjadi karena belum selesainya normalisasi Sungai Ciliwung, baru dikerjakan 40%.
Baca selengkapnya di Jakarta Terendam Banjir, Ini Pernyataan Ahok
Menurut Sutopo Purwo Nugroho, Pusat Data Informasi dan Humas BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) menyebut terdapat 54 titik banjir dan genangan air di DKI Jakarta Selatan (21/02/17). Ia beralasan bahwa banjir ini terjadi karena drainase yang tak mampu menampung aliran air di permukaan tanah, bahkan luapan sungai di Jakarta juga turut menyebabkan terjadinya banjir.
Baca selengkapnya di Ini 54 Titik di Jakarta yang Terendam Banjir
Ketika banjir pun, banyak orang mulai ikut turun tangan untuk sedikit meringankan para korban banjir, termasuk Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Syihab. Ia pun turut menyerukan dengan mengajak seluruh peserta Aksi 212 (21 Februari) untuk turut meringankan warga yang menjadi korban banjir. Seruan itu dinyatakan ketika Ketua Dewan Pembina GNPF MUI ini melakukan Aksi 212 di depan Gedung DPR/MPR RI, Kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (21/02/17).
Baca selengkapnya di Habib Rizieq Ajak Peserta Aksi 212 Bantu Korban Banjir
Seruan Rizieq Syihab untuk membantu korban banjir pun bukan hanya omong kosong karena Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) ini mendatangi langsung salah satu lokasi banjir di Kemuning RW 06 Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (22/02/17). Ia pun menyatakan bahwa gerakan yang luar biasa besar selama ini, jangan hanya untuk berdemo saja, tapi digunakan untuk membantu para korban banjir agar kebersamaan umat terbangun.
Baca selengkapnya di Sambangi Lokasi Banjir, Ini Kata Habib Rizieq
Tak hanya Rizieq Syihab yang turun membantu korban banjir, istri dari Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Veronica Tan dan istri Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Happy Farida pun turun ke lapangan secara langsung untuk membantu para pengungsi korban banjir di Cipinang Melayu, yang pengungsiannya berada di dekat Universitas Borobudur, Rabu (22/2/17).
Baca selengkapnya di Istri Ahok-Djarot Pamit Temui Pengungsi Banjir Cipinang Melayu
Tak hanya istri gubernur dan istri wakil gubernur DKI Jakarta yang bahu-membahu meringankan korban banjir. Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Fahira Idris pun angkat bicara tentang kejadian banjir di Jakarta. Ia menilai jalan keluar untuk meredakan banjir dengan cara normalisasi sungai bukan menjadi satu-satunya jalan untuk mengatasinya.
Bagi Fahira, kota Jakarta sampai saat ini dikembangkan dengan tidak memperhatikan atau sesuai kebutuhannya. Untuk itu, ancaman ekologis niscaya akan terus terjadi di Ibu Kota Jakarta, misal banjir.
Bagi Fahira Idris, banjir terjadi bukan karena penduduk yang tinggal di pinggir sungai, yang saat ini telah atau terancam akan digusurnya dari pemukimannya nanti. Anggota DPD ini pun tegas menyebutkan faktor-faktor utama penyebab banjir seperti alih fungsi daerah resapan di Jakarta menjadi pusat-pusat komersil dan alih fungsi hutan bakau di pesisir Jakarta yang disulap menjadi perumahan mewah.
Baca selengkapnya di Normalisasi Bukan Satu-Satunya Cara Atasi Banjir Jakarta
