Berita Terbaru
Author: Kontributor Nasional
Mahasiswa FTI UII berhasil menciptakan alat tanam yang agronomis dan inovatif guna membantu petani dalam menanam benih berupa biji. Alat ini mampu menjalankan tiga fungsi sekaligus yakni menggali lubang, menyiram benih lalu menutup lubang
Seorang pemuda berjualan pulsa keliling Malioboro dengan menggunakan sepeda. Dalam sehari, pemuda bernama Yoga Rianda itu mampu meraup keuntungan rata-rata sebesar Rp 200 juta
Canting Inovatif Karya Mahasiswa Bantu Difabel Membantik
Canting inovatif karena seorang mahasiswi Pascasarjana UII akan sangat membantu para kaum difabel atau penyandang cacat untuk menyalurkan bakat dan kemampuan/ketrampilan membantik. Karena canting ini sangat nyaman dipakai, bahkan oleh penyandang cacat tanpa tangan, efisien dan efektif
Sutradara dari Yogyakarta Handoko AN dipercaya untuk menggarap film berjudul “Indonesia Satu”. Film Film Indonesia Satu lebih menitikberatkan sebagai sebuah gerakan moral untuk mengingatkan kepada segenap elemen bangsa tentang makna persatuan dan kesatuan
Program penanggulangan kemiskinan di DIY harus dilakukan secara simultan untuk menurunkan angka kemiskinan di DIY. Sehingga target pendudukan miskin di DIY tahun 2022 hanya 7 persen bisa tercapai
Dengan semangat tinggi, petani-petani peserta SLPHT mengikuti setiap tahapan yang diarahkan oleh penyuluh POPT yang didampingi PPL dan mahasiswa STPP.
Warga RW 04 Padukuhan Mrican, Desa Caturtunggal, Kec Depok, Kab Sleman menggelar pasar Ramadan Permai sejak 16 Mei hingga 30 Mei 2018. Pasar ini digelar untuk membantu masyarakat mendapatkan barang-barang kebutuhan sehari-hari dengan harga murah
Manajemen Mandira Buruga dan Ayola Tasneem mengadakan buka bersama dengan 350 anak yatim di Mandira Ballroom, Ayola Tasneem Convention Hotel, Jumat (25/5/2018). Kegiatan bertajuk Senyum Ceria Ramadhan, Berbagai dengan Anak Yatim ini berlangsung meriah
Sektor pariwisata merupakan penopang untuk perekonomian DIY. Karena kitu perlu kerjasama yang sinergis antarstakeholder untuk membangun pariwisata DIY karena pariwisata merupakan ‘tempat’ bertemunya berbagai jenis usaha