Berita Terbaru
Author: Paulus Yesaya Jati
Budi Hanoto SE, MBA memulai karir di Bank Indonesia (BI) sejak tahun 1991 sebagai staf di Urusan Devisa
Lasi Widarto menyebut bahwa profesi utamanya saat ini sebagai guru Bahasa Inggris meski memiliki keterbatasan tubuh. Sejak umur 2 tahun, ia menderita polio pada kaki kanan.
Pahlawan tanpa tanda jasa adalah predikat yang disandang guru saat ini. Begitu tingginya penghargaan terhadap guru hingga Sartono menciptakan lagu ?Hymne Guru?. Tidak bisa dimungkiri bahwa guru sangat berjasa dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Tidak berlebihan jika penghormatan terhadap guru diwujudkan dengan himne yang selalu didengungkan ketika upacara peringatan Hari Guru Nasional yang jatuh pada tanggal 25 November. Memasuki era abad 21 ini dibutuhkan guru yang profesional di bidangnya. Profesionalitas guru diukur dari kompetensi guru dalam memutakhirkan kompetensi yang menjadi tuntutan ke depan berkaitan dengan profesinya sehingga dapat mengangkat citra, harkat, martabat profesi guru, rasa hormat, dan bangga kepada penyandang profesi guru. Pertanyaannya, mengapa guru harus profesional? Apa saja syarat menjadi guru profesional di abad 21?
Dony Indrawan menceritakan pengalaman istimewa dalam kehidupannya sehingga menjadi seperti sekarang ini. Saat SMA, prestasinya tergolong sangat baik
Jazak Yus Afriansyah menceritakan bahwa pada usia 29 tahun, ia mendapatkan panggilan hidup yang sangat kuat untuk mulai berbagi inspirasi dan motivasi dengan mulai menulis artikel buku
Wibie Maharddhika Suryometaram menceritakan awal karir profesinya terbentuk dari seorang penyiar radio Geronimo FM saat mahasiswa
Juni Anton menceritakan pengalamannya yang kurang baik, tapi menjadi titik balik dalam kehidupannya. Ketika masih sekolah, ia menjadi salah satu murid yang sering nyontek
Ricky Erri Thoiffur menceritakan kisahnya dulu sewaktu kuliah di Jogja. Ya namanya anak kuliah uang sehari-hari hanya cukup buat makan atau kalau pun mau keluar dengan teman-teman ya paling ke angkringan ngobrol atau semacam itulah
Arnold yustom menceritakan pengalaman yang tidak mengenakkan
Kata literasi, akhir-akhir ini sedang hangat menjadi bahan pembicaraan, khususnya di lingkungan pendidikan. Bahkan telah menjadi pembicaraan luas? para pemangku kepentingan, para pegamat, serta pemerhati masalah peendidikan, baik lokal maupun nasional. Literasi menjadi topik hangat sejak Menteri? Pendidikan, yang kala itu dijabat Anis Baswedan melucurkan program Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Bagi sebagian kalangan, adaya GLS merupakan seberkas cahaya untuk membantu meningkatkan minat baca, khususnya di kalangan para pelajar, sehingga pada akhirnya membantu para pelajar mampu memilih dan memilah informasi, untuk dikelola ?sebagai dasar berpikir dan bertindak dalam menyelesaikan permasalahan yang dihapinya. Dengan kata lain, para pelajar diajak untuk berpikir dan bertindak secara kritis dan cerdas dalam menyelesaikan pemasalahannya.