SURABAYA,HarianBernas.com–Peran guru TK dalam menanamkan nilai-nilai kepada anak sangatlah penting. Tapi urgensi ini ternyata belum diikuti dengan penghargaan yang pantas kepada para guru TK.
Setidaknya hal ini terlihat di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Di daerah ini, masih ada guru TK yang berpenghasilan Rp 75.000-Rp 150.000 per bulan.
Temuan ini, kali pertama diungkapkan Ketua Badan Legislasi DPR RI Sareh Wiyono. Saat mengadakan kunjungan ke Ngajuk, Sareh mengaku kaget masih ada guru yang berpenghasilan dibawah Rp 100.000 per bulan.
?Rata-rata penghasilannya kecil. Hanya Rp 75.000 hingga Rp 150.000. Ini tidak benar, jangan terjadi lagi,? kata Sareh, Jumat (13/11).
Selain minimnya bantuan dari pemerintah, kondisi ini disinyalir merupakan buah dari kebijakan pemerintah yang kurang dipahami oleh masyarakat.
Sareh memberikan contoh, program Pendidikan Anak usia Dini (PAUD) misalnya, di masyarakat pedesaan belum bisa memahami secara persis batasan-batasan mengenai PAUD. Masyarakat pada umumnya belum bisa membedakan antara PAUD dengan TK.
Akibatnya, para orangtua merasa cukup menyekolahkan anaknya di PAUD dan tidak perlu ke TK.
?Akhirnya banyak TK yang kekurangan murid dan terancam gulung tikar,? lanjutnya.
Padahal, kata Sareh, pendidikan TK merupakan jenjang pendidikan bagi anak prasekolah yang sudah ada sejak puluhan tahun silam. Pendidikan sangat dasar ini berperan penting dalam menanamkan karakter pada anak.(Ant)
