JAKARTA, HarianBernas.com – “Soal nanti saja. Komunitas ini sudah jadi. Yang penting bagaimana komunitas ini membikin mereka yang di luar sana 'jadi' penulis,” pesan Ustad Yusuf Mansur, sebelum menutup kopi darat penulis Indonesia di IPMI International Business School, Jakarta, Selasa (17/11). Pendapat tersebut mencuat ketika pembicaraan tentang formalitas nama komunitas penulis belum mencapai titik sepakat.
Sebagaimana diberitakan HarianBernas.com sebelum ini, lebih dari 100 penulis berhimpun dalam kopi darat (kopdar) penulis Indonesia. Mereka adalah penulis buku dan motivator yang datang dari berbagai kota seperti Bandung, Yogyakarta, Semarang, Bali, Gorontalo, selain Jakarta sendiri. Ini adalah kopdar pertama setelah mereka berhimpun di grup BBM dan WA, yang dikelola oleh Timoteus Talip, Frans Budi, dan Naomi Susan. Karena sudah sering berkomunikasi lewat online, begitu bertemu mereka larut dalam keakraban. Begitu bertemu, mereka saling bertukar buku karangan masing-masing. Jadilah kopdar ini bertabur buku.
Baca juga: Mengenal Teks Berita, Ciri-ciri, Jenis, dan Contoh Penulisannya
Ada banyak hal yang diperbincangkan dalam kopdar ini. Mulai dari semangat untuk terus belajar, semangat mewariskan sesuatu kepada anak-cucu, menjadikan penulis milyuner, membuat buku yang bisa difilmkan, mengadakan program talkshow di televisi dan radio, hingga mengusulkan “hari menulis nasional”. “Kalau ada Indonesia Mengajar, kenapa tidak kita bikin program Indonesia Menulis?” usul William Wiguna, salah satu penggagas acara ini. Diskusi pun berkembang ke bagaimana menyelenggarakan event-event menulis di kota-kota di Indonesia.
Pemimpin Umum HarianBernas.com yang juga penulis buku Putu Putrayasa malah mengusulkan Yogyakarta sebagai “kota penulis dunia”, kota yang tiada hari tanpa aktivitas menulis dan pelatihan menulis. Gagasan bersambut dengan menghadirkan tokoh-tokoh penulis dunia. Di akhir kopdar didiskusikan tentang kelanjutan komunitas ini. Sementara, nama komunitas disepakati ASPIRASI (Asosiasi Penulis & Inspirator Indonesia), sampai dengan nanti terbentuk kepengurusan yang definitif.
Baca juga: Mengenal Jenis Puisi Lama dan Puisi Baru serta Contohnya
