HarianBernas.com ? Taman Sari Gunongan adalah bagian dari suatu kompleks yang lebih luas, yaitu berada di Taman Ghairah yang merupakan bagian dari taman istana. Taman Sari Gunongan didirikan sekitar abad ke-16 pada masa kekuasaan Sultan Iskandar Muda. Taman berdiri dengan tinggi 9.5 meter yang menggambarkan sebuah bunga yang dibangun dalam tiga tingkat.
Bunga pada tingkat pertama terletak di atas tanah dan tingkat tertinggi, terdapat mahkota sebuah tiang berdiri di pusat bangunan. Keseluruhan bentuk Gunongan adalah Oktagonal (bersegi delapan). Serambi selatan merupakan lorong masuk yang pendek, tertutup pintu gerbang yang penyangganya sampai ke dalam gunung.
Di balik kesuksesan laki-laki selalu ada seorang perempuan yang mendampinginya. Bagi Sultan Iskandar Muda, perempuan itu adalah Putri Khamalia yang berasal dari Pahang Malaysia dan dikenal dengan nama Putroe Pahang (Putri Pahang).
Perkenalan Sultan Isakndar dengan Putri Khamalia dimulai ketika Sultan Iskandar Muda berada di Pahang Malaysia disaat Sultan berhasil menaklukkan Kesultanan Pahang. Sultan Iskandar Muda jatuh cinta pada Putri Khamalia yang manis tutur katanya dan cantik rupawan parasnya.
Karena rasa cintanya, akhirnya Sultan menikah dengan Putri Khamalia dan memboyong lebih kurang keluarga Kesultanan Pahang bersama sekitar 10.000 penduduk ke Kesultanan Aceh Darussalam. Konon, disaat berada di Aceh, Putri rindu dengan kampong halamannya di Pahang.
Ketika tahu keresahan Putri, Sultan langsung memenuhi permintaan sang putri untuk membuat sebuah bangunan yang megah dan indah menyerupai bukit-bukit di Pahang. Akhirnya, Gunongan pun dibuat, dalam bahasa Aceh, Gunongan artinya gunung.
Peterana batu berukir, berbentuk kursi bulat dan berbentuk kelopak bunga yang sedang mekar dengan lubang cekung di bagian tengah. Kursi batu ini berdiameter satu meter dengan arah hadap ke utara dengan tingggi sekitar 50 cm. Sekeliling peterana batu berukir berhiaskan arasbesque, dengan motif jarring atau jalan. Peterana batu berukir berfungsi sebagai tahta tempat penobatan Sultan. Belum diketahui pasti nama-nama Sultan yang telah dinobatkan di atas peterana/batu berukir.
Gunongan adalah salah satu bangunan peninggalan kejayaan Kesultanan Aceh Darussalam yang terletak di Kecamatan Baiturrahman, Jalan. Teuku Umar, Kota Banda Aceh. Gunongan adalah symbol cinta dan keagungan yang berdiri megah di pusat kota Banda Aceh.
Dikutip dari buku wisata murah Sumatera, Bustanus as Salatin yang merupakan tokoh masyarakat setempat mengatakan ada dua buah batu peterana yaitu peterana batu berukir kembang Lele Masyhadi dan peterana batu warna nilam lembang seroja. Hanya saja, sampai saat ini yang ada hanya peterana batu berukir kembang Lele Masyhadi yang terletak disebelah Gunongan di sisi sungai.
Terdapat pula kandang baginda yang merupakan sebuah lokasi pemakaman keluarga sultan kerajaan Aceh, diantaranya makam Sultan Iskandar Tsani (1636-1641) sebagai menantu Sultan Iskandar Muda (1607-1636) dan istri SUltanah Tajul ALam (1641-1670). Bangunan kandang ini berupa teras dengan tinggi 2 m yang dikelilingi oleh tembok dengan ketebalan 45 cm lebar 18 m. Bangunan yang terbuat dari bahan bata berspesi kapur serta berdenah persegi empat dengan pintu masuk di sisi selatan.
Taman Sari Gunongan terletak di pusat kota Banda Aceh, tepatnya berada di kelurahan SUkaramai, kecamatan Baiturrahman, kota Banda Aceh. Lokasi ini dapat dijangkau dengan kendaraan bermotor atau labi-labi (angkutan kota) melalui jalan Teuku Umar.