HarianBernas.com – Dalam rangka hari Raya Nyepi 1938 SAKA/2016 Masehi panitia hari Raya Nyepi DIY mengadakan beberapa rangkaian kegiatannya yaitu salah satunya adalah bakti sosial. Selain itu, kegiatan lain yang sudah dilaksanakan diantaranya pelayanan kesehatan gratis di Gunungkidul, penanaman pohon, dan bakti sosial di Panti Jompo Wredha Budi Dharma untuk kegiatan sosialnya.
Ketua Panitia Nyepi, I Wayan Ordiyasa mengatakan masih ada kegiatan ritual, yaitu Tawur Kesanga yang akan dilaksanakan di Candi Prambanan dan dimasing-masiing pura pada tanggal 08 Maret 2016.
?Kami bisa berkontribusi memberikan sedikit sumbangsih kepada rekan-rekan penghuni Panti Jompo Wredha Budi Dharma ini yang sudah sepuh, tidak memiliki keluarga. Kami dari panitia bisa berkontribusi sedikit, berbagi kebersamaan,? katanya kepada Harian Bernas, Sabtu (5/3) pagi.
Panti Jompo Wredha Budi Dharma menampung 57 lansia, diantaranya 19 kakung dan 38 putri. Mereka berasal dari keluarga terlantar atau miskin. Mayoritas dari mereka sudah tidak memiliki keluarga, dan mereka akan merasa sangat senang jika ada yang mengunjungi mereka. Merasa bahagia, seperti masih ada memperdulikan.
Menurut pengelola panti, Rini menjelaskan mereka masih merasa berguna, sehingga banyak kegiatan yang mereka lakukan
?Setiap hari Senin ada pengajian untuk simbah yang beragama muslim, Selasa ada keterampilah seperti membuat sulak bikinan simbah, juga tempat buah, taplak meja. Salah satu simbah, Sri Astuti pandai merangkai bunga. Hari Rabu menyanyi bersama memanggil orgen dari jam sepuluh pagi sampai jam dua siang. Hari Kamis ada pengajiaan untuk simbah yang muslim, Nasrani kami juga ada Prodiakon, dan Kristen guru dari Depag. Hari Jumat bersih-bersih, hari Sabtu senam, dan hari Minggu libur,? jelasnya.
Perwakilan Majelis Parisada Hindu DIY, I Wayan Sumerto juga menambahkan bahwa bakti sosial adalah wujud bakti kita kepada para oangtua atau leluhur seperti dalam agama Hindu. Dalam agama Hindu, lansia adalah kelanjutan dari leluhur kita dan salah satu bentuk ritual keagamaan, yaitu harus sembah bakti kepada para leluhur yang masih ?sugeng?, sehingga anak cucu pun harus sembah bakti kepada sesepuh.
