KARAWANG, HarianBernas.com – AKBP Andi M Dicky, Polres Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menyatakan terjadinya ledakan “flare signal” tidak ada kaitannya dengan teror bom di Perumahan Terangsari, Desa Cibalongsari, Karawang pada Kamis (28/4/16) malam.
“Motifnya tidak ada kaitan dengan teror bom. Itu hanya dilakukan orang iseng,” kata Kapolres AKBP Andi M Dicky Pastika Gading, Jumat (29/4).
Kepolisian belum mengetahui pemilik flare signal berbentuk parasut tersebut meski menduga motif ledakan itu hanya keisengan. Pihaknya belum mengantongi pemilik flare signal yang meledak di rumah Aji Suyanto karena saat kejadian lokasinya gelap akibat lampu padam.
“Tapi kami akan terus melakukan upaya untuk mencari tahu pemilik frale signal itu,” kata dia.
Kapolres menegaskan jika ledakan dari flare signal bukan teror bom. Penyelidikan sudah dilaksanakan dan ledakan berasal dari flare signal yang berbentuk parasut.
Flare signal adalah alat keselamatan di dunia pelayaran dan berfungsi untuk petunjuk darurat dan penerangan sementara.
Karena sedang padam lampu, Kapolres menduga ada warga yang berusaha menerangi lokasi yang gelap saat padam lampu dengan flare signal berbentuk parasut itu.
Namun, tiba-tiba flare signal itu menimpa rumah salah seorang warga. Di rumah tersebut, flare signal meledak setelah mengenai dinding rumah.
“Jadi bisa disimpulkan kejadian itu bukan teror bom. Mungkin hanya orang iseng yang ingin menerangi lokasinya saat padam lampu,” terangnya.
Akibat ledakan, dinding rumah milik Aji Suyanto sempat terbakar dan berlubang dengan diameter 2 centimeter. Sebelum terjadi ledakan, warga di sekitar rumah Aji Suyanto melihat percikan api yang “meroket” di langit dan akhirnya menabrak dinding rumah. Aparat kepolisian yang memeriksa di tempat kejadian perkara menemukan sebuah slongsong yang diduga bekas barang yang meledak.
