YOGYAKARTA, HarianBernas.com – Endro Wardoyo, Wakil Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berharap di setiap hotel bisa disediakan outlet khusus untuk produk-produk UMKM di Yogyakarta. Asmindo berharap sektor perhotelan setempat dapat menyokong pemasaran produk kerajinan usaha mikro kecil menengah, Rabu, (27/4/16).
“Seharusnya cukup strategis karena banyak wisatawan domestik maupaun mancanegara yang lebih mengenal produk kerajinan Yogyakarta,” kata dia.
Menurut Endro, perhotelan di Yogyakarta sangat bisa menjadi mitra strategis UMKM yang tersebar di 5 kabupaten kota. Namun, sampai saat ini, menurut dia belum banyak sektor perhotelan yang memberikan porsi secara khusus untuk pemasaran produk kerajinan lokal.
Menurut Endro, dukungan sektor perhotelan tersebut akan terwujud secara baik apabila ada regulasi dari Pemda DIY. Regulasi itu dapat berupa perda tentang proteksi produk lokal sekaligus mengatur dominasi produk asing di pasar lokal.
Selain mewajibkan pemberian ruang untuk produk kerajinan lokal, menurut Endro, pada perusahaan, mal, hotel, serta apartemen yang berdiri di DIY pada perusahaan wajib memakai kerajinan lokal dengan porsi 15 hingga 30 persen. Inilah yang harus dimasukkan dalam perda perlindungan produk lokal.
“Investor luar masuk di DIY tentu tidak masalah jika harus diatur dengan regulasi yang bertujuan melindungi para UKM atau pengrajin di daerah mereka berdiri,” kata dia.
Menurut Endro, perlindungan produk lokal harus segera direalisasikan oleh pemerintah karena saat-saat ini sebagian besar pemasaran produk pengusaha kerajinan lokal terus digiring ke pasar domestik dibandingkan untuk ekspor karena pasar ekspor yang masih lesu serta peluang pasar domestik yang masih besar.
