KULON PROGO, HarianBernas.com ? Masyarakat pendukung rencana pembangunan bandara dari Desa Glagah, Kabupaten Kulon Progo, bertemu Bupati Hasto Wardoyo meminta jalan keluar tentang rencana relokasi warga kurang mampu, Senin (18/4/16).
Udiyono, Kepala Dusun Bapangan, Desa Glagah di Kulon Progo, mengatakan warga kurang mampu resah dengan rencana relokasi karena lahannya akan digunakan untuk membangun bandara.
“Kami mewakili warga Bapangan, Kepek dan Glagah, khususnya warga kurang mampu meminta solusi dari Pemkab Kulon Progo,” terang  Udiyono usai beraudiensi dengan Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo.
Saat pertemuan dengan Bupati Kulonprogo, pihaknya meminta kejelasan soal ketenagakerjaan. Karena lahan digunakan untuk bandara, pekerjaan warga juga terdampak bandara, terutama petani.
“Kami minta ada upaya khusus dari Pemkab dalam memberikan pekerjaan kepada warga terdampak bandara,” katanya.
Selanjutnya, warga  meminta Pemkab merelokasi warga terdampak bandara ke tanah kas desa. Jangan sampai di luar desa. Hasil dari pertemuan tersebut, Bupati masih menyatakan relokasi tetap menggunakan tanah kas desa dengan aturan-aturan yang ada.
Mulai tanggal 21 April, Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo mengatakan tim apprasial independen akan mulai bekerja. Tim ini akan menentukan harga tanah, ganti rugi bangunan, dan isi dari lahan itu, misal pohon .
Bupati berharap warga kurang mampu memberikan informasi yang jelas dan detail kepada petugas supaya tidak dirugikan. Selanjutnya, warga akan dapat memilih membeli tanah sekitar 200 meter persegi di tanah kas desa.
Menurut Hasto, Pemkab Kulon Progo sudah mengantisipasi persoalan tersebut, misal dengan melakukan survei dan pendataan, termasuk menyebarkan kuisioner kepada data warga miskin.
