Yogyakarta, HarianBernas.com-Petugas Sensus Ekonomi BPS (Badan Pusat Statistik) Kabupaten Sleman, mengalami kendala akses ke perusahaan besar, hotel, dan perusahaan bidang hukum atau “lawyer” untuk pengumpulan data.
BPS Kabupaten Sleman telah melaksanakan Sensus Ekonomi 2016 dari tanggal 1 sampai 31 Mei 2016. Untuk pendataan, BPS Sleman mengerahkan 2.255 petugas yang terbagi di 570 tim. Dari data itu, sejumlah 1.585 bertugas di lapangan dan 570 orangĀ bertugas sebagai pemeriksa
“Namun itu juga tidak semuanya, hanya saja karena ada kendala akses tersebut maka terkadang pendataan harus dilakukan beberapa kali,” kata Arina Yuliati, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sleman.
Arina mengungkapkan sensus ekonomi ini untuk mengumpulkan data dasar kegiatan ekonomi masyarakat selain sektor pertanian. Data akan digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan pemerintah skala regional ataupun nasional.
“Kami sangat berharap dukungan dari pelaku usaha agar kooperatif sehingga data-data itu bisa memperlihatkan keadaan perekonomian”, lanjut Arina
Sasaran sensus ekonomi yaitu semua usaha atau perusahaan non-pertanian yang terletak di bangunan permanen ataupun non-permanen, misal mall, kantor, hotel, restoran, bank, pabrik, PKL, dan pasar kaget. Selain itu, juga mendata usaha keliling, misal warung, isi ulang pulsa, dan penjaja makanan.
Sejumlah data yang akan disasar kepada pelaku usaha, misal status badan usaha, jumlah tenaga kerja, permodalan, pengeluaran, dan investasi.
Iswanti, Kepala Seksi Statistik Distribusi BPS Kabupaten Sleman menyatakan bahwa dibanding sensus ekonomi terakhir pada 2006, sensus ekonomi 2016 ada pengembangan variabel dalam proses pendataan saat ini, yaitu usaha “online” dan “franchise” yang berkembang dengan pesat.
“Pendataan usaha 'online' memang susah karena tidak kentara. Tapi kami akan lakukan pendekatan dari bangunan ke bangunan, tiap rumah tangga juga akan ditanya kegiatan masing-masing anggota,” katanya.
Sri Purnomo, Bupati Sleman, menyatakan untuk melancarkan program pemerintah ini, Pemkab Sleman memberi nasihat agar semua masyarakta dapat menyukseskan dengan tanggapan yang positif.
“Saya mengimbau masyarakat bisa memberi data yang sebenar-benarnya pada petugas sensus,” katanya.
Bupati Sleman ini mengatakan kegiatan sensus sebetulnya cukup sederhana sehingga tak ada alasan untuk menolak.
