HarianBernas.com – Pohon kelapa memiliki nama latin Cocos Nucifera. Pohon ini ini merupakan tanaman termasuk ke dalam suku pinang-pinangan (arecaceae). Batang dari pohon kelapa umumnya batang tunggal.
Pohon kelapa memiliki akar serabut, tebal, dan berkayu membentuk bonggol. Daun pohon kelapa tersusun majemuk, menyirip sejajar tunggal, ketika masih muda berwarna kekuningan, dan ketika sudah tua berwarna hijau tua. Tinggi pohon kelapa bisa mencapai 30 meter.
Pohon kelapa merupakan pohon yang cukup familiar di masyarakat. Hampir setiap orang mengenal pohon yang satu ini. Pohon kelapa bisa tumbuh di mana saja, baik di daerah pantai maupun daerah pegunungan. Pohon kelapa memiliki akar yang kuat, sehingga pohon kelapa memiliki usia yang cukup panjang.
Pohon kelapa merupakan salah satu pohon dengan sejuta manfaat. Seluruh bagian pohon kelapa dapat memberikan manfaat bagi manusia mulai dari akar hingga daun dan buahnya. Akar bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan bird an zat pewarna. Batangnya bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku perabotan rumah tangga bahkan bangunan rumah.
Air buah kelapa bisa dimakan langsung ataupun diolah menjadi berbagai macam produk minuman untuk menghilangkan rasa dahaga. Daging buahnya bisa diolah menjadi berbagai produk bahan makanan. Daun, pelepah, dan lidinya dimanfaatkan menjadi berbagai macam produk kerajinan tangan.
Keistimewaan yang dimiliki pohon kelapa yaitu mudah tumbuh dan bisa bertahan diberbagai kondisi tanah serta manfaat yang dimilikinya. Keistimewaan pohon kelapa tersebut menjadikan kelapa dipilih menjadi lambang gerakan pramuka. Â Penggunaan tunas kelapa sebagai lambang pramuka merupakan wujud rasa hormat manusia terhadap pohon kelapa.
Dengan berbagai keistimewaan yang dimiliki oleh pohon kelapa, layak untuk kita renungkan. Tidak ada salahnya kita belajar kehidupan dari pohon kelapa. Jadikanlah diri kita seperti pohon kelapa.
Selain buahnya, semua bagian pohon kelapa mulai dari akar, batang, sampai daunnya bisa bermanfaat bagi siapa saja. Artinya, jadikanlah diri kita berguna bagi lingkungan di sekeliling kita. Bukankah kita juga sudah diingatkan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah bermanfaat bagi orang lain. Bahkan, bukan hanya memberikan manfaat bagi manusia lainnya saja, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan alam.
Salah satu kearifan lokal Bali yaitu Tri Hita Karana mengajarkan bahwa manusia hendaknya menjaga hubungan harmonis dengan Tuhan sebagai sang pencipta, menjaga hubungan harmonis antar sesama manusia, dan menjaga hubungan harmonis dengan lingkungan alam.
Manusia sebagai pusat (sentral) yang menentukan hubungan harmonis tersebut. Ke atas, menjaga hubungan harmonis kepada Tuhan disebut parahyangan. Caranya yaitu dengan selalu tunduk, berdoa, dan merendahkan diri dihadapanNya serta selalu berucap syukur atas semua yang diberikan kepada kita.
Ke samping, menjaga hubungan harmonis dengan sesama manusia disebut pawongan. Caranya yaitu dengan saling menghormati, saling menghargai, saling membantu satu sama lain dan saling asah, asih dan asuh.
Ke bawah, menjaga hubungan harmonis dengan lingkungan alam (pepohonan dan hewan) bahkan makhluk hidup lainnya yang tidak kasat mata. Caranya yaitu dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan, tidak melakukan penebangan liar, menjaga kebersihan, dan tidak melakukan perburuan liar, lebih-lebih kepada binatang langka yang di lindungi pemerintah.
Tentu cara-cara di atas hanya merupakan contoh. Kita dapat melakukan berbagai kegiatan-kegiatan positif lainnya, yang pada intinya memberikan manfaat satu sama lainnya, sama-sama sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Intinya adalah kita tidak boleh menyakiti satu sama lain, baik secara fisik maupun psikis.
Dengan menjalin hubungan yang harmonis terhadap ketiga unsur di atas, diharapkan kita sebagai manusia dapat hidup tentram dan damai. Ketika kedamaian dapat dicapai, otomatis kebahagiaan hidup di dunia ini dapat diwujudkan.
