HarianBernas.com – Kupu-kupu merupakan salah satu jenis serangga yang bisa terbang karena memiliki sayap. Kuku-kupu memiliki bagian kepala, dada, dan perut. Bagian yang paling indah dari kupu-kupu adalah sayapnya. Sayap kupu-kupu berwarna-warni sehingga enak dipandang mata.
Tahukah anda, mengapa kupu-kupu memiliki sayap yang sangat indah? Perlu diketahui sebelum menjadi kupu-kupu yang indah, seekor kupu-kupu harus melewati proses yang cukup panjang.
Proses kehidupan kupu-kupu ini dikenal dengan sebutan daur hidup kupu-kupu. Kupu-kupu mengalami metamorphosis sempurna. Adapun proses daur hidupnya yaitu dimulai dari ?telur larva (ulat)-kepongpong-kupu-kupu.
Proses menjadi telur berlangsung selama 4 hari, proses menjadi larva berlangsung selama 2 minggu, dan proses menjadi kepongpong berlangsung 10 hari. Setelah itu, baru berubah menjadi kupu-kupu yang indah.
Ada hal yang menarik dari proses daur hidup kupu-kupu tersebut. Coba kita perhatikan. Sebelum menjadi kupu-kupu, terlebih dahulu menjadi telur dan ulat. Selama proses ini, tantangan sudah dimulai. Telur tidak bisa berkembang menjadi ulat apabila tidak tahan terhadap gangguan luar seperti cuaca dan kemungkinan dimangsa binatang lain.
Setelah menjadi ulat, tantangan bertambah, yaitu selain tantangan terhadap cuaca dan dimangsa binatang lain, juga harus bisa survive mencari makanan. Setelah melewati fase larva (menjadi ulat), fase kritis berikutnya adalah menjadi kepongpong. Fase Kepongpong ini adalah fase dimana ulat mengubah dirinya dan menempel (berdiam) pada ranting kayu.
Selama menjadi kepongpong, di sinilah tantangan terakhir yang harus masih dihadapi. Pada masa menjadi kepongpong merupakan masa-masa yang sulit karena jika terjadi gangguan sedikit saja seperti hujan atau gangguan binatang lainnya, maka kepongpong tersebut tidak akan berhasil berubah menjadi kupu-kupu yang indah.
Proses kehidupan kupu-kupu mengajarkan kepada kita bahwa sebelum menjadi kupu-kupu yang indah, ia harus melewati beberapa tahapan sampai harus ?bertapa? terlebih dahulu dengan menjadi kepongpong. Masa ?pertapaan? ini harus dilewati dengan baik.
Demikian juga halnya, seseorang jika ingin menjadi pribadi yang hebat, maka ia harus terlebih dahulu melewati berbagai tahapan dan ?bertapa? mengendalikan diri. Ia harus tekun berjalan di jalan kebaikan.
Seseorang yang demikian harus teguh akan prinsip, tidak mudah terombang-ambing oleh keadaan tidak baik yang ada di sekelilingnya. Seseorang yang tahan akan penderitaan, seseorang yang tabah menghadapi setiap masalah yang datang kepadanya.
Masalah yang datang dijadikan sarana menempa diri untuk menjadi lebih dewasa. Masalah tidak dijadikan musuh, tetapi sahabat yang harus dicarikan solusinya. Seseorang yang demikian adalah seseorang yang ?tahan banting? menghadapi kerasnya kehidupan ini.
Filosofi hidup kupu-kupu adalah segalanya butuh proses. Seseorang yang meyakini dan memiliki prinsip bahwa proses harus dilalui untuk mencapai keinginan. Intinya adalah seseorang yang memegang filosofi hidup kupu-kupu adalah orang yang memiliki pandangan bahwa proses itu penting. Untuk mendapatkan hasil yang baik harus melalui proses yang baik seperti kerja keras, kerja cerdas, dan kerja efektif.
Terkadang kita sebagai manusia sering mengabaikan proses. Banyak di antara kita menginginkan sesuatu secara instan. Filosofi seseorang yang suka serba instan adalah seperti orang makan cabe, sekarang makan, sekarang pula dirasakan pedasnya.
Contoh orang-orang seperti ini adalah orang yang ingin cepat kaya, tetapi tidak mau bekerja, ujung-ujungnya mencuri. Orang yang ingin pintar, tetapi tidak mau belajar, ujung-ujungnya mencontek atau menyuruh orang lain yang mengerjakan.
Selain contoh di atas, ciri orang yang memegang filosofi seperti makan cabe adalah orang yang ingin ini dan ingin itu selalu melewati ?pintu belakang.? Ingin diangkat menjadi PNS, menggunakan ?pelicin?, misalnya pasal 100, pasal 150, pasal 200, bahkan bisa sampai pasal 500. Kalaupun tidak menggunakan ?pintu belakang ?, mungkin menggunakan ?pintu samping?. Pintu bagi mereka yang memiliki hubungan kekerabatan atau hubungan lainnya.
Bahkan yang lebih ekstrim lagi, bukan lewat ?pintu belakang? ataupun ?pintu samping?, tetapi ?lewat jendela?. Cara ini hanya dimiliki bagi mereka yang punya hubungan langsung dengan penguasa atau pejabat.
Seseorang yang memegang teguh filosofi makan cabe ini adalah seseorang yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Bagi mereka tujuan adalah nomor satu, sedangkan cara atau proses tidaklah penting.
Berbeda dengan gambaran orang dengan filosofi makan cabe, orang yang memiliki filosofi kehidupan kupu-kupu selalu menghargai proses yang benar. Proses yang baik sesuai dengan prosedur dan norma-norma yang berlaku, seperti norma agama, norma hukum, norma adat istiadat, dan norma sosial.
Implikasi dari dua jenis orang di atas akan berbeda setelah ia mencapai tujuan. Bagi orang-orang yang mendapatkan tujuan dengan cara instan, cenderung menggampangkan segala hal. Sedangkan, orang-orang yang menghargai proses memandang segala sesuatunya harus dipertimbangkan baik buruknya.
Orang-orang yang berpikir instan cenderung kurang menghargai pekerjaannya dibandingkan orang-orang yang berpikir proses. Orang-orang yang berpikir instan, cenderung kurang bisa mensyukuri atas apa yang didapatkannya dibandingkan orang-orang yang berpikir proses.
Dan orang-orang yang berpikir instan cenderung berprilaku koruptif dibandingkan orang-orang yang berpikir proses. Koruptif tidak hanya terkait materi, tetapi bisa jadi dalam bentuk waktu atau hal lainnya.
Berdasarkan paparan di atas, tampak dengan jelas perbedaan filosofi kehidupan kupu-kupu dan filosofi orang makan cabe. Semoga sahabat-sabahat pembaca yang hebat merupakan orang-orang yang memegang teguh filosofi hidup kupu-kupu.
I Gede Astawan @ Penulis Buku Jalan Spiritual Menuju Hidup Bahagia
Email: astawan@undiksha.ac.id
