HarianBernas.com – Aktor utama dalam film Rudy Habibie, Reza Rahardian sangat kecewa setelah mengetahui adanya kabar film produksi MD Pictures itu telah dibajak oleh penonton memakai telepon pintar (smartphone).
?Saya ikut sangat kecewa kalau film Rudy Habibie dibajak walaupun membajaknya pakai ponsel. Sebenarnya ini harus jadi peringatan untuk kita semua karena bukan karena film Rudy Habibie yang dibajak. Apalagi sekarang medium sudah sangat berbeda,? tukasnya.
?Dahulu mungkin kita lihat VCD bajakan sudah sangat susah sekali untuk dikontrol. Sekarang ada medium yang lebih mudah lagi yakni digital. Semua hanya tinggal rekam, semua orang tinggal streaming dan cepat sekali,? kata Reza seusai jumpa pers bersama dengan mantan presiden RI ke 3 BJ Habibie, Manoj Punjabi, Hanung Bramantyo, serta pegawai Badan Ekonomi Kreatif, Senin 4 Juli 2016.
Sementara itu sang sutradara Rudy Habibie, Hanung Bramantyo juga ikut menambahkan, pada saat ini pihaknya masih belum menemukan bukti apakah oknum pembajakan filmnya itu untuk dijual kembali atau hanya disimpan sebagai koleksi pribadi.
“Karena yang ?terjadi sebetulnya tak untuk faktor ekonomi dan juga dibisniskan. Kalau ternyata sudah ada yang jual, itu baru kita akan bereaksi,” kata Hanung.
“Ini kan semacam peringatan supaya tak terjadi lagi, dia mungkin lagi excited aja, mungkin GB-nya (memori handphone) lebih gede dari yang kalian punya, ini aja bisa ngerekam dua jam,” tambah suami Zaskia Adya Mecca itu.
“Kebanyakan yang lakukan hal itu ialah remaja, mereka tak tahu kalau tindakan yang mereka lakukan ialah suatu kesalahan,” kata Hanung.
Hanung Bramantyo mengatakan jika penonton hanya bisa merekam pembukaan film ataupun suasana orang-orang yang sedang ingin menonton film maka itu tidak akan jadi masalah, tetapi jika sampai merekam adegan yang dianggap sebuah spoiler dan juga membubuhi cerita di kolom judul sosial media, menurut Hanung, hal itu merupakan suatu kesalahan.
Hanung Bramantyo mengetahui jika film prekuel dari Habibie-Ainun itu dibajak dari sosial media.
“Saya tahu dari Twitter ada orang yang telah memberitahukan saya tentang itu, kemudian saya langsung menbicarakan di grup yang beranggotakan orang-orang yang terlibat di Rudy Habibie,” kata Hanung.
Reza pun mengatakan, jika diketahui ternyata oknum yang melakukan pembajakan untuk dijual ke masyarakat, pihaknya tak akan main-main untuk melaporkan orang tersebut.
“Belum dijadikan untuk sebuah komoditi, dalam artian ia bisa menjual itu melalui online. Kalau sudah itu, kita sudah jelas akan segera berikan tindak lanjut secara hukum,” tutur Reza.
Temuan itu harus menjadi sebuah perhatian untuk semua pemangku kepentingan terutama dari dunia film sendiri. Menurut Reza, untuk merekam materi film secara ilegal walaupun hanya 10 detik sudah dapat dikategorikan tindakan pembajakan.
?Akhirnya saya sekarang tiap promo mencoba untuk menambahkan (pesan) kepada penonton supaya tidak merekam gambar di dalam bentuk sosial media apapun dan diunggah,? kata Reza.
Reza Rahardian menyatakan, sinar lampu kilat dari ponsel sudah sangat menganggu penonton terlebih membuka telepon seluler pada saat menonton yang merupakan suatu perbuatan yang tidak etis.
Reza berharap kejadian itu tidak akan terulang kembali dan masyarakat dapat lebih mengerti tentang nilai penting sebuah karya intelektual seperti film ini.
?Kalau pun dilacak, sebenarnya bisa-bisa saja karena namanya sudah jelas tetapi kami tidak mau untuk langsung melapor agar ditindak secara hukum. Ini merupakan peringatan dulu, pemberitahuan dan sekaligus peringatan kalau hal itu tak boleh dilakukan lagi. Kalau ternyata masih terus berlanjut, tindakannya akan lebih dari ini,? kata Reza.
Rumah Produksi MD Entertainment juga meminta pihak bioskop di seluruh Indonesia untuk semakin ketat mengawasi penonton yang terlihat melakukan pembajakan dengan merekam film selama pemutaran dengan memakai ponsel pintar.
“Saya minta bioskop untuk ketat, karena penonton yang melakukan itu mungkin saja tidak tahu kalau mereka telah melakukan sebuah pelanggaran hak cipta,” ujar pendiri MD Entertainment, Manoj Punjabi, di Jakarta, Senin (4/7/16).
Manoj kesal karena salah satu film yang ada di bawah rumah produksinya Rudy Habibie telah direkam penonton dan lalu diunggah ke media sosial, bahkan ada juga yang telah mengunduh film itu secara penuh yakni dua jam dua puluh menit.
“Bioskop kan punya CCTV, mereka dapat mengawasi gerakan mencurigakan dari para penonton, saya harap jika pihak bioskop melihat hal tersebut dapat langsung mengambil tindakan untuk menegur orang tersebut,” ucap Manoj.
