HarianBernas.com – Air memiliki struktur kimia H2O. Air merupakan sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup. Hampir dapat dipastikan, tidak ada makhluk hidup dapat bertahan hidup tanpa air. Oleh karena itu, keberadaan air sangat vital bagi kehidupan.
Permukaan bumi hampir 2/3 ditutupi oleh air. Demikian juga kandungan air pada diri manusia sekitar 2/3 (60%-70%) dari berat badan. Hal ini berarti air merupakan salah satu unsur terbanyak dalam alam semesta (bumi) maupun diri manusia.
Air sangat bermanfaat bagi kehidupan makhluk hidup. Bahkan, kita dianjurkan minum air minimal 8 (delapan) gelas sehari untuk menjaga kesehatan tubuh agar tidak dehidrasi. Manfaat air lainnya sangat banyak, mulai dari kebutuhan sehari-hari, seperti mandi cuci kakus (MCK), memasak, untuk membersihkan barang-barang yang kotor sampai membuat berbagai macam minuman, pengobatan, campuran bahan membuat beton, dan lain sebagainya.
Air sebagaimana kita ketahui memiliki wujud cair. Wujudnya yang cair tersebut menyebabkan air memiliki sifat mudah berubah bentuk sesuai dengan wadahnya. Air juga memiliki sifat alami mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah. Lebih tepatnya mengalir dari tempat yang memiliki tekanan lebih besar ke tempat yang memiliki tekanan yang lebih kecil.
Demikian penjelasan air secara singkat. Kita tidak akan menjelaskan lebih lanjut tentang pengertian air. Tetapi, kita mencoba melihat hal positif apa yang bisa dipelajari dari sifat air.
1. Fokus
Air adalah simbol konsentasi (fokus). Air, walaupun wujudnya lembut, tetapi bisa mengikis batu karang. Air dapat mengikis batu karang, karena air tersebut menetes pada satu titik. Tetapi, jika airnya menetes berpindah-pindah, maka tidak akan mampu mengikis batu karang.
Sifat air tersebut memberikan pelajaran bahwa kita hendaknya fokus pada suatu tujuan yang hendak dicapai. Seseorang yang mampu fokus dengan baik akan memudahkan tercapainya sebuah tujuan.
2. Ulet dan Pantang Menyerah
Air adalah simbol keuletan dan pantang menyerah. Air, di samping menetes fokus pada satu titik, untuk bisa mengikis batu karang, maka air harus menetes terus-menerus. Sifat air tersebut memberikan pelajaran bahwa kita harus ulet dan pantang menyerah untuk mencapai tujuan.
Seberat apapun tantangannya, seperti halnya batu karang yang begitu kokoh, mampu dikikis oleh tetesan air yang terus menerus. Artinya, keuletan dan pantang menyerah akan mempu menyingkirkan setiap hambatan yang ada.
3. Tenang, Lembut, dan Damai
Air adalah simbol ketenangan, kelembutan, dan kedamaian. Perhatikan air pada suatu kolam atau gemericik air di suatu tebing. Air tersebut sangat tenang, lembut, dan damai. Air dengan sifat tenang dan lembutnya mampu memadamkan api yang membara.
Sifat air tersebut memberikan petunjuk bahwa sifat yang tenang, lembut, dan damai akan dapat meredakan kemarahan seseorang. Bukan sebaliknya, jika api dituangi bensin, maka akan semakin besar menyalanya. Artinya, jika seseorang lagi marah, kita tambah lagi memanas-manasinya, maka kemarahannya akan semakin bertambah.
4. Ketegasan
Air juga adalah simbol ketegasan. Di balik sifatnya yang tenang dan lembut, air juga memiliki sifat ketegasan. Coba kita lihat pada saat tertentu, air dapat meluluhlantahkan berbagai pepohonan atau bahkan rumah-rumah, ketika terjadi hujan lebat yang dapat menyebabkan banjir.
Hal ini menunjukkan walaupun kita memiliki sifat lemah dan lembut, tetapi tidak boleh lemah, cemen, dan loyo. Kita harus tenang, tetapi tetap harus memiliki ketegasan yang tidak boleh disepelekan dan direndahkan.
5. Adaptif, Lentur dan Fleksibel
Air adalah simbol adaptif, lentur, dan fleksibel. Di atas telah dijelaskan bahwa air dapat berubah bentuk sesuai dengan wadahnya. Ketika air berada di dalam gelas, maka air berubah bentuknya menjadi seperti gelas. Ketika air berada di dalam ember, maka air berubah bentuknya seperti ember. Ketika air berada di dalam botol, maka air berubah bentuknya seperti botol, dan lain sebagainya.
Kemampuan air untuk menyesuaikan diri dengan wadahnya memberikan pelajaran bahwa kita hendaknya memiliki sifat adaptif, lentur, dan fleksibel dalam menjalani hidup ini. Adaptif, lentur, dan fleksibel bukan berarti tidak punya pendirian. Tetapi, lebih kepada kepandaian membawa diri. Adaptif artinya kita bisa menyesesuaikan diri terhadap situasi dan kondisi.
Lentur artinya kita tidak harus keras kepala, tetapi bisa menerima berbagai situasi yang sulit sekalipun. Fleksibel artinya kita hendaknya luwes dan tidak kaku terhadap pendapat sendiri. Apabila memang pendapat kita belum bisa dierima, ada baiknya kita lapang dada menerimanya.
Demikianlah pelajaran air yang dapat kita petik untuk diteladani dalam kehidupan ini. Dengan meneladani sifat-sifat akhir, semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik. Pribadi yang memiliki konsentrasi (fokus) yang baik, pribadi yang ulet dan pantang menyerah, pribadi yang tenang, lembut, dan damai, dan pribadi yang adaptif, lentur, dan fleksibel.
I Gede Astawan @ Penulis Buku Jalan Spiritual Menuju Hidup Bahagia
Email: astawan@undiksha.ac.id
