HarianBernas.com-Di Indonesia, kita mengenal presiden sebagai figur pemimpin tertinggi yang dipilih langsung oleh rakyat. Sesudah terpilih, presiden akan memegang jabatannya tersebut hingga 4 tahun ke depan. Tapi tahukah anda kalau jauh di Eropa Timur sana, ada negara yang memiliki 3 presiden sekaligus?
Negara tersebut adalah Bosnia dan Herzegovina. Negara yang di tahun 90-an dulu sempat kondang akibat perang saudara. Perang itu pulalah yang membuat Bosnia sekarang ini memiliki sistem pemerintahan yang demikian unik.
Ada 3 etnis utama yang mendominasi populasi Bosnia. Ketiga etnis tersebut adalah Bosniak, Serb, dan Kroat. Masing-masing etnis menggelar pemilu presiden sendiri-sendiri yang calon-calon presidennya hanya berasal dari etnis terkait. Sebagai akibatnya, setiap kali pemilihan presiden sudah selesai digelar, Bosnia akan memiliki 3 presiden terpilih yang berasal dari 3 etnis berbeda.
Kalau sudah begitu, bagaimana caranya 3 presiden terpilih menjalankan tugasnya tanpa adanya bentrokan wewenang? Jawabannya adalah ketiga presiden terpilih tadi menggunakan sistem bergilir. Masing-masing dari mereka memiliki jatah waktu 8 bulan untuk menduduki jabatan presiden Bosnia.
Sesudah masa jabatannya habis, ia akan digantikan oleh presiden terpilih yang berasal dari etnis lain. Namun ia tetap memiliki kemampuan untuk melobi tokoh yang sedang menduduki kursi presiden melalui lembaga Presidensi. Demikian seterusnya hingga pemilu presiden berikutnya yang berlangsung 4 tahun sekali digelar. Sistem rumit yang terpaksa digunakan untuk mencegah negara tersebut kembali dilanda perang saudara.
