HarianBernas.com ?Pokemon GO sempat menjelma menjadi fenomena dunia sejak pertama kali dirilis. Game keluaran Niantic itu bahkan menjadi game mobile terpopuler sepanjang sejarah Amerika Serikat. Setelah beberapa kali ditunda, Pokemon GO akhirnya dirilis di Jepang pada 22 Juli 2016.
Dalam hari pertama perilisan di Negeri Sakura, Pokemon GO diunduh oleh 10 juta orang. Pro kontra juga hadir mengiringi perilisannya walau tidak sebesar di negara lain. Pemerintah Jepang sendiri menyambut positif meski tetap memperingatkan warganya agar tidak menganggu lingkungan sekitar saat hunting Pokemon.
Setelah dua bulan berlalu, popularitas Pokemon GO ternyata mulai menurun di Jepang. Orang-orang mulai meninggalkannya dengan berbagai alasan. Hal ini terbukti dari survey yang dilakukan oleh sebuah perusahaan peneliti pasar di Jepang yang bernama MMD Laboratories.
Japan Today memberitakan, MMD Laboratories telah mewawancarai 2.190 orang yang berusia diantara 15 hingga 65 tahun dengan hasil 24,2 persen responden mengakui masih bermain, sementara 13,5 persen telah berhenti. Sementara 825 orang yang masih bermain diminta untuk memberikan penilaian keseluruhan mengenai Pokemon Go. Penilaian dilakukan dengan skala dari angka 1-10. Sebanyak 20 persen responden memberikan angka 5, dengan mayoritas membeirkan angka 7.
Mereka yang telah berhenti bermain Pokemon GO diminta untuk memberikan alasan. Penyebab utama orang Jepang mulai meninggalkan permainan ini karena menghabiskan baterai ponsel. Hal tersebut diakui oleh 42% responden.
Setelah memakan daya baterai, berikut alasan lain Pokemon GO mulai ditinggalkan di Jepang menurut survey:
1. Tidak banyak yang dapat dilakukan (Pokemon GO) ketika berada di rumah 38.3%
2. Melakukan hal yang sama berulang kali 37.6%
3. Moster yang muncul selalu sama 31.5%
4. Bermain sambil berjalan membahayakan 23.4%
5. Tidak menemukan monster yang langka 21.4%
6. Bermain Pokemon GO hanya membuang waktu 20.3%
7. Tidak mengerti dimana kesenangannya dari gyms 17.3%
8. Tidak bisa menemukan monster 16.6%
9. Menaikan level menimbulkan masalah 16.6%
