HarianBernas.com — Rasanya tidak ada di antara kita yang tidak mengenal Thomas Alva Edison. Tokoh kelahiran Amerika Serikat ini dikenal sebagai penemu bola lampu pijar yang prinsip dasarnya masih digunakan secara luas hingga sekarang. Selain bola lampu, Edison juga memegang banyak hak paten atas produk-produk dengan manfaat penggunaan yang luas.
Edison tidak meraih kesuksesannya secara instan. Di masa kecilnya, ia sempat dicap sebagai anak idiot oleh gurunya sehingga ia pun keluar dari sekolah dan dididik oleh ibunya yang kebetulan pernah berprofesi sebagai guru. Berkat kesabaran dan ketelatenan ibunya, Edison kecil menumbuhkan rasa cinta yang luar biasa terhadap dunia ilmu pengetahuan.
Kecintaannya pada ilmu pengetahuan membuat Edison kecil sering melakukan praktikum di laboratorium pribadinya. Ketika ia tidak memiliki cukup dana untuk membeli bahan-bahan praktikum yang dibutuhkannya, Edison lalu bekerja sebagai penjual koran dan makanan kecil di kereta api yang beroperasi di antara Port Huron dan Detroit.
Di jalur kereta yang sama, Edison berhasil mendapat izin untuk memiliki laboratoriumnya sendiri di gerbong kereta barang supaya ia bisa tetap melakukan praktikum ketika sedang senggang. Namun sayang, akibat bencana kebakaran yang terjadi di laboratoriumnya ketika ia sedang bereksperimen, Edison tidak bisa lagi melanjutkan kegiatannya tersebut.
Alih-alih patah semangat, Edison memilih untuk tetap maju. Setelah sempat hidup terlunta-lunta dan bekerja di beberapa stasiun telegram berbeda, Edison kemudian membangun perusahaannya sendiri yang bergerak di bidang teknologi. Sejak itulah, karya-karya Edison yang termahsyur seperti perekam suara, telepon dengan gagang, hingga bola lampu bermunculan untuk kemudian dinikmati oleh masyarakat luas.
