HarianBernas.com – Ada banyak daerah di Indonesia yang menjadi tujuan wisata, banyak destinasi wisata di Indonesia yang sudah sangat populer di kalangan wisatawan domestik dan manca negara.
Para wisatan biasa tidak hanya ingin menikmati pesona alam, namun juga wisata kuliner. Di setiap daerah tujuan wisata, biasanya memiliki kuliner yang khas. Keanekaragaman kuliner ini juga menjadi salah satu hal yang penting dalam dunia pariwisata.
Namun jangan kira kalau menu kuliner di Indoensia ini semuanya adalah menu populer, ada beberapa menu di Indonesia yang hanya dinikmati sedikit kalangan saja. Apa saja menu tersebut?
1. Belalang Goreng Khas Gunung Kidul
Sebagai salah satu destinasi wisata yang populer, tentu saja sudah banyak yang kenal dengan menu Gudeg khas Jogja. Namun jika berkunjung ke Jogja, kurang lengkap rasanya kalau tidak mencicipi belalang goreng khas Kabupaten Gunung Kidul.
Olahan berbahan dasar serangga ini sudah ada sejak lama, dulu biasanya dikonsumsi oleh 'wong cilik' di daerah Gunung Kidul untuk lauk. Namun lama kelamaan, belalang goreng menjadi salah satu kuliner khas Gunung Kidul yang cukup diminati.
Meski banyak dijajakan di toko oleh-oleh atau pinggiran jalan, tentu tidak semua orang mau meilirik menu belalang goreng, karena tidak semua orang merasa lazim untuk memakan serangga goreng.
Namun perlu diketahui, konon belalang goreng ini memiliki protein yang cukup tinggi, sehingga bagi orang yang memiliki alergi dengan protein tinggi akan timbul gejala gatal-gatal. Bagaimana rasanya? untuk rasa, belalang goreng ini cukup lezat. Tak jarang orang yang awalnya enggan untuk mencicipi, akhirnya malah ketagihan sensasi rasa serangga goreng ini.
2. Lawar, Makanan Tradisional Bali
Masakan khas Bali ini, dulunya dihidangkan hanya saat ada upacara adat saja. Namun saat ini menjadi salah satu kuliner khas Bali yang biasa dihidangkan di restoran atau hotel-hotel di Bali.
Namun menu yang satu ini tidak dianjurkan untuk orang yang beragama Islam, karena memang bahan baku yang digunakan biasanya adalah daging babi dan darah babi yang masih segar. Untuk campurannya diberi parutan kelapa, sayur dan rempah-rempah.
3. Cacing Nyale Kuliner di Lombok
Jika jalan-jalan ke Lombok, kalian akan menemukan menu masakan yang dikenal dengan Cacing Nyale. Olahan Cacing Nyale ini punya beberapa variasi, seperti dimasak kuah santan, sambal goreng nyale, hingga nyale pepes.
Masyarakat setempat percaya bahwa kandungan pada cacing nyale sangat bermanfaat karena memiliki kandungan gizi yang tinggi. Tidak hanya itu, ada pula beberapa keyakinan bahwa dengan mengkonsumsi nyale, bisa enteng jodoh, awet muda, dan untuk pria dewasa bisa makin perkasa.
4. Tikus Panggang Minahasa
Buat yang pernah jalan-jalan ke Minahasa, mungkin pernah melihat atau bahkan mencicipi menu yang satu ini. Hidangan ala Minahasa ini bisa ditemukan di berbagai tempat, mulai dari pasar hingga sejumlah restoran.
Perlu diketahui, tikus yang diolah bukanlah sembarang tikus yang biasa ditemukan di saluran air saat ini. Tikus yang diolah merupakan tikus gunung yang belum terkontaminasi sampah manusia. Untuk pengolahannya biasanya dipanggan dengan olesan mentega.
5. Ulat Sagu ala Papua
Jika sedang jalan-jalan ke Papua, kalian akan menemukan salah satu kuliner yang khas, yaitu ulat sagu. Ulat sagu ini merupakan salah satu kuliner khas suku Kamoro. Beberapa ada yang mengolahnya terkebih dahulu, namun ada juga yang langsung memakannya tanpa diolah. Ulat sagu dipercaya mempunyai kandungan vitamin yang tinggi dan bermanfaat untuk menjaga stamina.
Nah, buat kalian yang hobi jalan-jalan keliling Indonesia mungkin perlu merencakan untuk menikmati beberapa kuliner yang tidak lazim tersebut.
