HarianBernas.com – Setiap orang tentu membutuhkan liburan untuk melepas penat dari rutinitas pekerjaan atau sekedar mencari suasana baru. Di Indoensia, ada banyak destinasi wisata yang bisa dipilih, di setiap daerah mulai dari Sabang sampai Merauke menawarkan destinasi wisata yang menarik. Mulai dari wisata alam, budaya, kuliner, sejarah, hingga religi ada di Indonesia.
Jika Anda ingin berwisata di Indonesia, ada baiknya menentukan waktu yang tepat untuk melakukan perjalanan agar semua rencana perjalanan Anda berjalan lancar, aman, dan tanpa penyesalan. Namun, keindahan tempat wisata yang akan Anda kunjungi bisa jadi sia-sia jika Anda tidak memperhatikan waktu kunjungan Anda.
Dalam dunia pariwisata, mengenal dua istilah waktu, yaitu low season dan high season, pembagian waktu ini berdasarkan jumlah wisatawan yang melakukan perjalanan dalam kurun waktu tertentu. Supaya mempermudah Anda memilih waktu kunjungan wisata yang tepat, perhatikan dua hal berikut ini:
1. Low Season
Low season merupakan waktu dimana jumlah wisatawan yang melakukan perjalanan sangat sedikit, biasanya pada hari-hari biasa. Sehingga tempat-tempat destinasi wisata tidak terlalu ramai.
Jika Anda liburan saat low season, ada beberapa keuntungan yang didapat. Diantaranya adalah Anda tidak perlu mengantre dan berdesak-desakan untuk menikmati sebuah tempat wisata, karena tempat wisata masih cukup sepi.
Selain itu, ada banyak pilihan penginapan, masih banyak penginapan yang cukup murah untuk dipilih, serta harga jasa travel relatif standar. Ketika low season kebanyakan harga masih normal, terutama harga penginapan dan jasa travel. Di mana kedua jasa tersebut merupakan jasa paling dicari ketika berwisata.
Meski begitu, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan jika Anda ingin melakukan perjalanan saat low season. Terlebih lagi jika Anda ingin mencari barengan untuk melakukan trip agar biaya yang ditanggung tidak terlalu mahal. Karena akan cukup sulit menemukan barengan saat low season, kecuali jika Anda memang berniat melakukan solo traveling atau backpaker. Dalam hal ini, Anda harus jauh-jauh hari dalam menyiapkan trip.
2. High Season
Sedangkan high season adalah waktu dimana jumlah wisatawan yang melakukan perjalanan cukup banyak. High season terjadi biasanya saat libur panjang, lebaran, atau akhir tahun.
Saat high season Anda bisa dengan mudah menemukan barengan untuk trip, sehingga Anda tidak perlu menanggung biaya sendiri (share cost). Namun kelemahan melakukan perjalanan saat high season adalah Anda akan kesulitan dalam mencari tempat menginap jika belum memesan jauh-jauh hari. Karena banyak orang yang melakukan perjalanan wisata, sehingga banyak penginapan yang full booked.
Selain itu, jika Anda berniat untuk menggunakan jasa travel, kebanyakan dari mereka akan menaikan harga ketika high season. Sedangkan jika Anda berniat menyewa kendaraan seperti mobil atau motor saat high season, kemungkinan besar Anda akan kesulitan, kebanyakan rental juga sudah kehabisan armada, karena jumlah orderan yang melonjak saat liburan. Terlebih lagi, tempat wisata kebanyakan akan penuh sesak oleh wisatawan.
Nah, bagi Anda yang ingin melakukan perjalanan wisata baik di saat low season atau high season, ada baiknya mempersiapkan perjalanan dengan matang. Agar semua berjalan baik dan bisa menikmati objek wisata dengan hati yang riang.
