HarianBernas.com – Tidak gampang untuk bisa masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO. Program ini dikelola oleh UNESCO World Heritage Committee, terdiri dari 21 kelompok yang dipilih oleh Majelis Umum dengan masa kontrak 4 tahun. Program ini mempunyai tujuan untuk mendaftar dan melestarikan semua tempat penting di seluruh dunia sebagai warisan yang perlu dijaga kelestariannya.
Berikut adalah tempat wisata di Indonesia yang juga masuk daftar Situs Warisan Dunia.
1. Candi Borobudur
Borobudur merupakan candi Buddha yang terkenal di dunia. Dibangun sekitar abad ke-8 masehi, candi megah ini terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Situs bersejarah yang dibangun masa pemerintahan Dinasti Syailendra ini berhasil dipulihkan dengan bantuan UNESCO pada tahun 1970.
Pemugaran terbesar dilaksanakan antara tahun 1975 dan 1982 oleh pemerintah Indonesia dan UNESCO, setelah ditetapkannya Borobudur sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Hebatnya, Borobudur juga diketahui memiliki ansambel terlengkap dan terbesar dari relief Buddha di dunia.
2. Taman Nasional Komodo
Pulau-pulau di sebelah timur indonesia ini dihuni oleh sekitar 5.700 kadal raksasa. Taman nasional komodo terletak di antara Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat mencakup tiga pulau besar yaitu Pulau Komodo, Padar, dan Rinca, serta 26 pulau lainnya yang berukuran lebih kecil.
Pada tanggal 6 Maret 1980, kawasan ini dinyatakan sebagai Taman Nasional Komodo dan juga sebagai Cagar Manusia dan Biosfer pada tahun 1977. Selanjutnya Taman Nasional Komodo resmi diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1991. Selain memiliki Komodo, taman nasional ini juga mempunyai salah satu gugusan terumbu karang yang terindah di bumi. Tak jarang tempat ini menjadi destinasi favorit para penyelam.
3. Candi Prambanan
Merupakan candi terbesar bagi agama hindu. Candi prambanan didedikasikan untuk tiga dewa besar Hindu (Siwa, Wisnu dan Brahma). Kompleks candi prambanan terdiri dari 240 candi yaitu Candi Prambanan (yang juga disebut Candi Loro Jonggrang), Candi Sewu, Bubrah, dan Lumbung. Kompleks candi prambanan dibangun selama masa kejayaan dinasti Sailendra di Jawa pada abad ke-8. Diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1991, Prambanan merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia, dan merupakan salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.
4. Taman Nasional Ujung Kulon
Taman Nasional Ujung Kulon secara administratif masuk wilayah Provinsi Banten. Wilayah taman nasional ini terdiri dari semenanjung ujung kulon, kelompok pulau vulkanik Krakatau dan pulau-pulau lain seperti Panaitan, serta pulau lepas pantai yang lebih kecil seperti Handeuleum dan Peucang di Selat Sunda.
Taman Nasional Ujung Kulon diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1991. Beberapa spesies flora dan fauna langka dapat ditemukan di sini, khususnya spesies badak Jawa yang terancam punah. Taman nasional ini juga menjadi rumah bagi spesies primata endemik; owa jawa, lutung dan monyet daun perak.
5. Sangiran
Sangiran merupakan situs purbakala di Jawa dan diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1996. Sangiran terletak kabupaten Sragen, Jawa Tengah, berjarak 15 kilometer di sebelah utara Surakarta. Dikarenakan adanya penemuan fosil manusia purba, Penggalian di Sangiran dimulai antara tahun 1936 sampai 1941.
Di kawasan ini, para ilmuwan menemukan 50 fosil Meganthropus palaeojavanicus dan Pithecanthropus erectus/Homo erectus. Menurut UNESCO Sangiran sebagai salah satu situs paling penting di dunia untuk mempelajari fosil manusia.
6. Taman Nasional Lorentz
Taman Nasional Lorentz adalah taman nasional terbesar di Asia Tenggara dengan luas 25.056 Km². Taman nasional Lorentz dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO tahun 1999. Daerah di sekitar taman nasional ini juga mengandung situs fosil manusia purba. Di taman nasional ini tingkat endemisme tinggi dan merupakan daerah dengan tingkat keanekaragaman hayati tertinggi di Papua.
7. Hutan hujan tropis Sumatra
Pada tahun 2004, kawasan hutan hujan tropis di Sumatra ini diakui sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Kawasan ini terdiri dari tiga taman nasional: Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dengan wilayah seluas 2,5 juta hektar.
kawasan ini mempunyai potensi besar untuk program konservasi jangka panjang dari biota khas Sumatera. Kawasan lindung ini telah menjadi rumah bagi sekitar 10.000 spesies flora, termasuk 17 marga endemik; lebih dari 200 spesies mamalia; dan sekitar 580 jenis burung.
