HarianBernas.com – Anda pasti pernah memainkan game dari Nintendo, lalu apakah Anda pernah menemui kesalahan dari produk Nintendo? Kalau tidak merasa menemukan kesalahan, simak kesalahan besar yang pernah dilakukan Nintendo.
Pada awal Maret 2017, Nintendo resmi meluncurkan konsul terbarunya yang bernama Switch. Tiga bulan setelah peluncurannya, Nintendo Switch memperoleh respon luar biasa dari banyak pemain game dan media di seluruh dunia.
Meskipun demikian, perusahaan yang berbasis di Kyoto, Jepang ini ternyata juga pernah mengalami beberapa kesalahan besar yang cukup memalukan. Berikut ini, beberapa kesalahan besar yang pernah dilakukan Nintendo, seperti yang dilansir dari liputan6, yaitu:
Secara Tidak Langsung, Ikut Andil Penciptaan PlayStation
Kesalahan besar yang pernah dilakukan Nintendo yang pertama, yaitu ikut andil penciptaan PlayStation. Saat Nintendo tengah sibuk dengan pengembangan n64, sebuah perusahaan kecil mengajukan kemitraan yang berpotensi keuntungan luar biasa bagi mereka berdua.
Kabarnya, perusahaan kecil itu mengajukan ide untuk memakai kepingan CD yang di dalamnya telah tersimpan konvergen ketimbang harus memakai kartrid.
Sontak, Nintendo langsung menolak ide tersebut. Karena ditolak mentah-mentah, perusahaan tersebut optimis bahwa idenya lebih baik dan memutuskan untuk membuat konsol game mereka sendiri yang bernama PlayStation.
Ya, perusahaan kecil yang ditolak Nintendo saat itu adalah Sony. Karena tindakannya tersebut, sampai saat ini peta kekuatan industri game dari Sony berubah drastis dan berkembang luar biasa.
Telantarkan Fitur Online
Kesalahan besar yang pernah dilakukan Nintendo yang kedua, yaitu menelantarkan fitur online. Sejak awal, Nintendo memang tak terlalu fokus dengan konsep bermain game secara online di konsol buatannya.
Pada waktu SEGA meluncurkan layanan online pertamanya untuk dreamcast, Nintendo menganggap bahwa konsep itu hanyalah momen sesaat. Namun, keputusan tersebut berbalik saat Microsoft meluncurkan Xbox live untuk konsol game mereka.
Melihat hal itu, dengan berat hati Nintendo mengadopsi layanan online tersebut ke dalam Wii dan DS. Hanya saja, untuk bermain online pada konsol Nintendo memerlukan usaha ekstra keras.
Tidak ada dokumen voice chat dan harus mendaftarkan kode teman bermain yang membuat banyak gamer sungkan untuk bermain game online di konsol milik Nintendo.
Namun, dengan diluncurkannya Switch, Nintendo berharap bisa menjaring kembali para pecintanya untuk menggunakan layanan online dan bermain game bersama dengan pemain switch lainnya.
Virtual Boy
Kesalahan besar yang pernah dilakukan Nintendo yang ketiga, yaitu virtual Boy. Bagi banyak gamer, sulit untuk melupakan betapa buruknya perangkat ini di pasaran saat dirilis. Tidak bisa dipungkiri, teknologi virtual reality (VR) sekarang ini memang tengah booming dan menarik banyak pengguna dan pengembang.
Sebelum teknologi virtual reality booming seperti sekarang ini, terlebih dahulu Nintendo telah meluncurkan produk VR dengan peluncuran virtual Boy di bulan Juni tahun 1995.
Namun sayang, umur virtual boy juga tidak berlangsung lama. Di Jepang, perangkat VR ini hanya bertahan sampai Desember 1995. Sedangkan, di Amerika Serikat perangkat VR ini dirilis pada bulan Agustus 1995 sampai Maret 1996.
Hal yang menyebabkan virtual Boys mengalami kegagalan di pasaran, diketahui bahwa gameplay ini tak menarik dan tidak sesuai dengan harapan. Sejak kemunculannya, hanya ada 22 judul game yang pernah dirilis untuk virtual Boy.
Kehilangan Waralaba Final Fantasy
Kesalahan besar yang pernah dilakukan Nintendo yang keempat yaitu Kehilangan waralaba Final Fantasy. Bagi para gamer tentunya sudah tak asing lagi dengan seri Final Fantasy yang bernama dan fenomenal di PlayStation 1, Final Fantasy VII (FF7).
Sebenarnya, petualangan Cloud dkk ini rencana awalnya dirilis untuk konsol Nintendo 64. Namun, saat Square Enix mengembangkan FF7, mereka menyadari bahwa data game buatannya tak akan muat di dalam katrid N64. Apabila dipaksakan, Square Enix memerlukan 20 katrid supaya game dapat dimainkan. Karena itulah, mereka membuat kesepakatan dengan pihak Sony dan memutuskan untuk memakai format CD dan meluncurkan game terbarunya pada konsol Playstation 1.
