HarianBernas.com – Menyelam tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Ada etika yang harus dipatuhi agar tidak merusak biota laut. Menjaga keutuhan terumbu karang berdampak positif bagi wisata bahari yang berkelanjutan.
Indonesia mempunyai sederet lokasi diving dan snorkeling yang tersebar di pelosok negeri. Namun, bukan berarti aktivitas menyelam kalian bisa dilakukan seenaknya sendiri. Ada beberapa etika dan aturan yang harus dipatuhi jika kalian peduli dengan keberlangsungan dunia bawah air.
Bagi kalian yang Ingin menyelam perlu diketahui bahwa mayoritas perairan Indonesia sudah terlalu banyak sampah. Bisa dibilang sistem pengolahan limbahnya kurang terutama di kawasan wisata popular. Bagi kalian yang sadar akan lingkungan butuh tak sekadar panduan, tapi juga etika karena penanggulangannya dimulai sejak dari darat.
Untuk mengatasi masalah seperti sampah dibutuhkan kesadaran oleh para wisatawan untuk memperhatikan sampah mereka. Mereka sekaligus berupaya mengurangi sampah di perairan sekitar lokasi menyelam. Kalian tidak perlu menunggu pengelola tempat wisata memasang imbauan ataupun peringatan. Sebagai penggemar olah raga selam kalian juga harus mengetahui etika-etika menyelam.
Bagi kalian penggemar diving dan snorkeling wajib mengetahui etika-etika dalam melakukan penyelaman, tidak hanya para penggemar selam masyarakat luas juga harus mengetahui agar wisata bahari di Indonesia tetap berkelanjutan.
Berikut beberapa etika menyelam, baik diving maupun snorkeling yang wajib diketahui dan diaplikasikan saat berwisata:
1. Jangan membuang sampah
Sampah menjadi salah satu permasalan yang dihadapi di setiap tempat wisata. Oleh Karena itu, sebagai wisatawan, harus ikut menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah di sekitar tempat wisata.
2. Hindari menggunakan sampo dan sabun sachet
Selain bungkus shampo sachet berpontensi menjadi sampah lingkungan, air shampo juga bisa mencemari lingkungan. Oleh karena itu jangan sembarangan menggunakan shampo. Gunakan saat membilas diri di kamar mandi saja.
3. Gunakan skin cream dan insect repellent yang aman bagi lingkungan sehingga tidak merusak koral
Kandungan kimia yang terdapat dalam skin cream dan insect repellent bisa saja merusak ekosistem yang ada. Oleh karena itu gunakan skin cream dan insect repellent yang ramah lingkungan.
4. Bawa botol minum sendiri
Membawa botol minum sendiri, bisa mengurangi jumlah sampah. Selain itu botol minum juga bisa digunakan berkali-kali, sehingga lebih ramah lingkungan.
5. Bawa tas yang bisa digunakan berkali-kali
Selain botol minum, gunakan juga tas sebagai pengganti kantong plastik. Tas bisa digunakan berkali-kalai tanpa harus menambah jumlah sampah plastik.
6. Jangan menyentuh terumbu karang
Saat kita snorkeling, jangan menyentuh terumbu karang. Banyak yang bilang terubu karang hanya untuk dilihat tidak untuk disentuh. Hal ini dikarenakan sentuhan manusia bisa mengancam pertumbuhan terumbu karang.
