TANGERANG, Bernas.id ? Kebakaran pabrik mercon di Kosambi, Tangerang sekaligus membongkar berbagai masalah dan kejanggalan. Pabrik milik PT Panca Buana Cahaya Sukses dilalap si jago merah dan menelan banyak korban jiwa. Beginilah 4 kabar terbaru tentang kebakaran pabrik mercon yang merugikan warga dan pekerja yang berhasil dihimpun Bernas.id, Senin (30/10/17):
1. Pertama, gudang limbah plastik
Warga sekitar tidak tahu keberadaan pabrik mercon di kawasan Desa Cengklong, Kosambi. Seorang warga bernama Suyatim menyampaikan gudang pabrik mercon yang meledak diketahui warga sebagai lokasi pengolahan limbah.
“Tadinya gudang limbah plastik. Pemiliknya antara limbah dan kembang api berbeda. Warga situ baru tahu pas kejadian kalau ternyata itu gudang kembang api, ” ujar Suyatim di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Minggu, (29/10/17).
Suyatim menambahkan setiap hari pabrik mercon tersebut memang tertutup. Kebanyakan warga sekitar, lanjutnya, hanya melihat kondisi depan pabrik yang ramai saat para pekerja mulai datang dan pulang. Tak banyak yang tahu siapa pemilik pabrik mercon itu.
2. Target dan penghasilan tak sebanding
Suyatim membeberkan beberapa pekerja di pabrik mercon masih anak-anak. Menurutnya, ada pekerja yang masih berusia 14 dan 15 tahun. Selain itu, ia menceritakan pekerja yang mengeluh dengan beratnya dan resiko tinggi bekerja disana. Apalagi sang bos ingin setiap pekerja menuntaskan 200 pak kembang api.
“Pada sering keluar soalnya gak sebanding. Karyawan banyak yang keluar masuk. Soal kan mereka harus kejar target harian. Itu 1 meja ada 5 orang terus harus bisa ngebungkus kembang api 1000 pak satu hari. Kalau tercapai upahnya 50 ribu per orang. Kalau gak mencapai target ada yang 30 ribu atau 40 ribu,? terangnya.
Baca Juga Ada Korban Kebakaran Pabrik Mercon di Bawah Umur, Pemerintah Diminta Usut Pelanggaran Ini
3. Menaker: BPJS
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri mendatangi pabrik mercon yang sudah terbakar pada Minggu (29/10/17). Menurutntya, pabrik milik PT Panca Buana Cahaya Sukses ini layaknya seperti gudang. Ia menilai pabrik juga tidak memiliki sarana dan pra sarana keselamatan kerja yang memadai, termasuk tidak ada jalur evakuasi. Hal ini mengingat pabrik mercon dan kembang api ini terdapat banyak bahan-bahan berbahaya. Berdasarkan pemeriksaan, dari 103 karyawan hanya 27 di antaranya yang diikutsertakan dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, ada dua pekerja yang masih di bawah umur.
4. Polisi identifikasi jenazah
Total ada 47 kantung mayat yang diterima di Rumah Sakit Polri Kramatjati. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, hingga kini tim DVI Polri masih bekerja untuk dapat mengidentifikasi 38 sisa jenazah ledakan pabrik mercon.
