Bernas.id – Sekolah adalah salah satu tempat terjadinya proses belajar mengajar antara siswa dan guru. Sekolah juga dianggap sebagai rumah kedua dan guru adalah orang tua di sekolah. Oleh karena itu, para guru harus mampu membuat peserta didiknya betah dan senang belajar di sekolah. Mendidik dengan baik tanpa adanya kekerasan pada anak didik.
Baca juga: Bagaimana Cara Membuat Teks Persuasif Sesuai Jenis dan Strukturnya?
Sekolah Peduli Umat Waspada (SPUW) adalah sebuah sekolah yang didirikan oleh lembaga amil zakat. Terletak di Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera. Untuk menempuh perjalanan ke SPUW akan memakan waktu 2 jam menggunakan mobil pribadi bila ditempuh dari Medan. Sekolah ini adalah sekolah Islam satu-satunya karena keberadaannya memang di tengah-tengah warga minoritas Islam. Selain itu, sekolah ini juga sekolah gratis yang diperuntukkan untuk keluarga tidak mampu, anak yatim dan dhuafa. Dana dari hasil zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan para donatur inilah yang dipakai untuk kepentingan-kepentingan di SPUW.
Walaupun keberadaan SPUW jauh dari kota, tetapi sekolah ini tetap menanamkan budaya literasi kepada para siswa dan guru-gurunya. Saat ini SPUW sedang di dampingi oleh para konsultan dari sebuah lembaga yang berada di Parung, Bogor. Dengan program Sekolah Literasi Indonesianya, para konsultan membantu sekolah-sekolah di plosok diseluruh Indonesia untuk menanamkan budaya literasi di sekolah. Salah satunya adalah SPUW.
Baca juga: Teks Eksplanasi Adalah Kalimat Penjelasan, Benarkah? Ini Pengertian dan Ciri-cirinya!
Beberapa budaya literasi yang ditanamkan di SPUW antaranya adalah :
1. Ceruk Ilmu
Ceruk ilmu adalah sebuah perpustakaan mini yang terletak di pojok kelas. Dengan adanya ceruk ilmu di dalam kelas siswa bisa memanfaatkan waktu luangnya untuk selalu membaca buku tanpa harus meminjam dulu ke perpustakaan sekolah.
2. Membaca 15 Menit
Di SPUW di selenggarakan juga program membaca 15 menit, program ini di lakukan oleh siswa dan guru. Biasanya dilaksanakan pada pagi hari sebelum dimulai proses belajar dan mengajar.
3. Book Sharing
Book Sharing adalah program yang ditujukan kepada para guru SPUW. Dimana setiap guru secara bergantian membaca sebuah buku dan menceritakannya kembali kepada guru lain.
4. Membaca Cepat
Membaca cepat adalah perpaduan antara kemampuan gerakan mata (kemampuan visual) dengan kemampuan kognitif seseorang dalam membaca. Biasanya program ini dijadikan sebagai salah satu jenis lomba ketika SPUW mengadakan suatu acara.
5. Menulis Cerpen dan Artikel
Menulis cerpen dan artikel juga sesuatu yang ditanamkan kepada siswa dan guru agar menyalurkan bakatnya di dunia kepenulisan. Tak jarang juga karya-karya siswa dan guru di publish di salah satu surat kabar.
Nah itu dia beberapa program SPUW di bidang literasi yang dapat membuat para peserta didik dan guru menjadi hobi membaca dan menulis. Walaupun sekolahnya terletak di pelosok tapi tetap keren karena menanamkan budaya literasi. Karena dengan membaca kita akan mengenal dunia dan dengan menulis kita dikenal oleh dunia. Kamu yang bersekolah di kota dengan fasilitas yang memadai, jangan mau kalah dengan sekolah SPUW, ayo sama-sama kita semarakkan budaya literasi di Indonesia.
Baca juga: Cara Menulis Kutipan Langsung dan Kutipan Tidak Langsung Lengkap
