Bernas.id – Gerakan motorik merupakan aktifitas yang digunakan untuk menggambarkan gerkan tubuh manusia. Aktifitas motorik sendiri dibedakan menjadi dua, motorik kasar dan motorik halus. Motorik kasar merupakan gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar, dipengaruhi usia, berat badan dan perkembangan anak secara fisik. Contohnya seperti berjalan, lari, melompat dan sebagainya. Sedangkan motorik halus merupakan kemampuan yang berhubungan dengan otot kecil dan koordinasi mata dengan tangan, seperti menggambar, bermain puzzle dan mewarnai.
Perkembangan motorik anak tidak bisa dipaksakan, oleh sebab itu proses tahapan pada anak secara terstruktur dari tengkurap, merangkak, berjalan baru kemudian berlari. Namun sebagai orang tua tentunya menginginkan perkembangan yang baik pada anaknya. Oleh karena itu perkembangan motorik pada anak harus terus dilatih. Orang tua berperan dalam membantu anak pada perkembangan motorik yang baik.
Aktifitas motorik pada anak memerlukan keseimbangan antara bantuan syaraf dan otot seluruh tubuh. Rangsangan akan gerakan sebagai pemicu perkembangan motorik pada anak. Oleh karena itu, sejak sedini mungkin orang tua harus aktif mengajak anak berkomunikasi dan bergerak. Apabila anda sebagai orang tua memiliki anak yang aktif, maka arahkan agar gerakan aktif anak tertuju pada aktifitas motorik yang baik. Karena aktifitas motorik pada anak akan mempengaruhi kecerdasan anak di masa depan. Inilah pentingnya melatih aktifitas motorik anak sejak dini.
Melatif fokus pada anak
Saat melakukan aktifitas motorik mata akan mengikuti gerakan dan fokus pada sebuah objek. Kegiatan lain yang berkaitan dengan tangan maupun kaki sama-sama berkoordinasi dengan mata. Gerakan yang dilakukan oleh tangan, melatih fokus mata pada gerakan tangan. Begitipun gerakan yang dilakukan oleh kaki. Selain itu jika tingkatan usia anak sudah muali beranjak sekolah pada jenjang usia dini, maka kemampuan anak untuk memanipulasi tangan dengan jari akan semakin berkembang dengan latihan menulis, mengetik pada komputer atau bahkan menggambar.
Meningkatkan perkembangan kognitif dan interaksi sosial
Melatih anak untuk melakukan aktifitas seperti olahraga memang banyak manfaatnya. Olahraga selain untuk kebugaran tubuh juga mampu sebagai latihan motorik pada anak. Contohnya ketika anak dilatih untuk melempar bola menggunakan tangannya, maka anak akan berlatih fokus pada bola dengan gerakan tangan yang dilakukan, indra pendengaran berupa suara dan tentunya indra penglihatan untuk melempar bola pada titik fokus yang ditujukan. Gerakan sebaliknya, seperti menangkap bola pun melatih gerakan tangan, pendengaran dan fokus penglihatan. Selain itu, yang terpenting saat bermain melempar atau menangkap bola anak akan belajar interaksi dan komunikasi dengan orang lain. Sehingga, melalui gerakan motorik dengan olah raga ini perkembangan anak secara kognitif dan sosial akan semakin baik.
Melatih kepercayaan diri
Ketika melatih anak berolahraga pada grup besar akan membuat anak semakin banyak berinteraksi pada orang lain. interaksi pada orang lain inilah yang akan menumbuhkan rasa percaya diri pada anak. Karena terbiasa berkumpul dan bertemu dengan banyak orang maka kepercayaan diri anak akan tumbuh dengan sendirinya.
Mendampingi bahkan melatih perkembangan anak sejak dini merupakan suatu hal yang membanggakan bagi orang tua. Oleh karena itu, orang tua yang memiliki tanggung jawab dalam perkembangan anak untuk bekal masa depannya.
