Bernas.id – Saat ini investasi merupakan salah satu hal penting bagi setiap orang. Ada banyak jenis investasi yang dapat diterapkan, mulai dari investasi dengan tingkat risiko rendah hingga tingkat risiko yang tinggi. Salah satu investasi yang paling banyak digemari orang-orang adalah investasi dalam bentuk emas. Investasi emas ini dianggap menguntungkan karena harga emas yang selalu naik. Perhatikan hal-hal berikut ini jika kamu ingin berinvestasi emas :
1. Kenali Jenis Investasi Emas
Ada banyak jenis emas yang dapat dijadikan investasi, seperti emas perhiasan, logam mulia dan koin mas. Di Indonesia, logam mulia dan perhiasan merupakan jenis investasi emas yang paling banyak diminati. Sebelum kamu melakukan investasi emas, kamu tentu perlu mengenali jenis investasi emas apa yang cocok untukmu. Lakukan riset lebih lanjut sebagai langkah awal. Jika niat kamu adalah untuk investasi, maka kamu bisa memilih logam mulia.
Baca juga: Inilah 7 Daftar Aplikasi Investasi Resmi Versi OJK
2. Tujuan Investasi Emas
Setelah kamu mengetahui jenis emas apa yang cocok untukmu, hal lain yang perlu kamu perhatikan adalah tujuanmu dalam berinvestasi emas. Ada banyak tujuan seseorang dalam berinvestasi emas, seperti tujuan untuk masa depan, untuk bisnis, atau hanya untuk konsumtif semata. Tujuan untuk masa depan, misalnya kamu bisa memanfaatkannya ketika kamu membutuhkan dana untuk biaya pendidikan anakmu, dana pensiun, dan lain sebagainya. Tujuan untuk bisnis, misalnya kamu dapat menjual emasmu ketika kamu membutuhkan dana untuk modal usahamu. Tujuan untuk konsumtif, misalnya kamu membeli emas untuk digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadimu yang lain.
Baca juga: Mengenal IHSG, Cara Membaca, Jenis, Manfaat, dan Istilah Terkait
3. Cara Membeli Emas
Saat ini banyak cara untuk membeli emas, baik secara tunai maupun kredit. Cara membeli emas yang baik adalah dengan membelinya secara tunai. Sebagai pemula, sebaiknya kamu menghindari pembelian emas secara kredit, karena ada banyak risiko yang mengikutinya, seperti emas ditahan untuk sementara waktu sampai cicilan lunas, gagal bayar ditengah jalan, dan terdapat biaya tambahan. Untuk menyiasatinya, kamu dapat membeli emas dengan menyisihkan sedikit dari gajimu. Tidak perlu langsung banyak, kamu dapat mulai membeli dari ukuran terkecil.
Baca juga: Inilah Jam Buka Bursa Saham di Indonesia 2021
4. Tempat Membeli Emas
Pastikan kamu membeli emas di tempat resmi. Hindari membeli emas secara online karena maraknya penipuan. Keuntungan tersendiri membeli di toko resminya adalah dapat menjamin keaslian sertifikatnya. Sertifikat logam mulia merupakan hal terpenting yang harus dimiliki apabila kamu ingin menjual kembali logam muliamu. Jangan sampai orang menganggap logam muliamu palsu hanya karena tidak memiliki sertifikat. Untuk emas perhiasan, pastikan memilih toko perhiasan yang mempunyai reputasi baik.
Baca juga: Begini 3 Cara Membeli Saham Bagi Pemula dengan Mudah
5. Tempat Penyimpanan Emas
Setelah kamu membeli emas, tentunya kamu membutuhkan tempat penyimpanan agar emasmu tetap aman. Jika emas yang kamu miliki masih sedikit maka kamu dapat menyimpannya di rumah dengan menggunakan lemari berkunci, atau brankas baja yang dapat kamu beli di mana saja. Brankas baja ini lebih efektif untuk melindungi emas yang kamu miliki dari risiko banjir, kebakaran, atau kemalingan. Apabila emas yang kamu miliki telah banyak, maka kamu dapat menyimpannya di Safe Deposit Box (SDB) yang disediakan oleh bank-bank besar. SDB biasanya disewakan pertahun dengan harga yang bervariasi, tergantung ukuran dan kebijakan penyedia jasa tersebut. Kelebihannya adalah memiliki pengamanan yang berlapis.
Baca juga: Mengenal Trading Saham dan Cara Jitu Jadi Trader Handal
