Bernas.id – Bully, sesuatu hal yang terlihat wajar padahal sangat berefek bagi korbannya. Kasus bully ini sangat sering terjadi di sekolah, anak-anak yang terkenal pendiam, pintar atau aktif tak ayal menjadi sasaran empuk bagi aktor bullying. Tak hanya itu, kasus bully tak hanya sekedar ucapan kasar saja, tapi kini para pembully melakukannya dengan tindak fisik yang membuat korbannya merasa down dan tak berani bertindak bebas di sekolahnya.
Tentu ini menjadi hal yang sangat fatal, apabila korban tak bisa melawan, yang akan mempengaruhi rasa keberaniannya untuk menunjukan bakat atau potensi yang dimilikinya kelak nanti. Berbeda hal nya apabila sang korban bisa bangkit dengan sendirinya. Mungkin ia akan menjadi lebih baik dari sebelumnya dan meningkat baik itu potensi, prestasi maupun bakat. Lalu bagaimana caranya agar korban bisa menjadi sosok kedua yang bisa bangkit tersebut? Coba lakukan hal ini!
1. Jangan memberikan tanggapan
Seorang aktor bullying tak ayal ingin mendapatkan reaksi dari korban, sehingga jika korban melawan, dia senantiasa menjadi lebih bersemangat untuk melakukan perbuatan buruknya. Sehingga tak pelak membuat aktor bullying kembali melakukan bully terus menerus. Sebaiknya kamu bersikap normal saja, berupaya agar tidak mendengarkan kata-kata dari mereka. Karena semakin lama, si aktor bullying akan merasa bosan sendiri apabila korbannya bersikap biasa saja, dan tidak termakan ucapannya.
2. Jangan merasa takut, dan tegang. Bersikaplah seakan kamu kuat dan tegas
Tegapkan bahumu dan tataplah tegas kepada aktor bullying. Dengan tatapan seperti itu, mereka akan merasa heran, mengapa bisa korban melawan? Yang mungkin bisa membuat mereka berpikir ulang untuk melakukan bully jika sang korban bersikap kuat di hadapannya.
3. Lawanlah dengan tegas apabila ia telah melampaui batas
Jika si aktor bullying telah melakukan kasar kepada korban, maka lawanlah dengan ucapan tegas. Beri tahu padanya bila suatu saat jika korban bangkit dan menunjukkan segala potensinya, maka ia bisa kalah telak. Tataplah berani saat dirimu yang menjadi korban, melawannya. Jangan merasa bahwa kau lemah.
4. Beri tahu orang tua
Saat kau tak bisa melawan dan terlalu lemah, bicaralah pada orang tua. Mereka senantiasa bijak dan memberi usulan yang baik saat anaknya mendapatkan perlakuan tak adil. Lakukanlah saran yang diberikan orangtuamu, jika orangtuamu menyuruh agar lawan, lawanlah. Jangan merasa lemah dan senantiasa tunduk pada aktor bullying. Jika orang tuamu menyuruh agar bersikap santai dan cuek, lakukanlah. Karena biasanya saran dari orangtua adalah saran yang terbaik. Dengan bercerita pada orangtua pula, beban yang senantiasa kamu tahan sendiri pun akan terasa ringan apabila telah diceritakan.
5. Tunjukan bakat dan potensimu
Setiap orang pasti memiliki potensi dan bakat yang dimiliki. Baik itu dalam bidang seni, olahraga ataupun pengetahuan. Kembangkanlah bakatmu, asah dan gali hingga kau bisa tunjukan kepada aktor bullying bahwa ia telah melakukan bullying kepada orang yang salah. Bangkit dan tunjukan kemahiranmu, jangan merasa malu ataupun ragu. Jika kamu masih saja menyimpan rasa ragu, kamu akan sulit untuk lepas dari mereka. Percaya dirilah dan maju, hadapi semua aktor bullying itu dengan bakat yang bisa menutup mulut mereka.
So, janganlah kita merasa down terlebih dahulu saat ada yang melakukan bullying, bersikaplah untuk berani. Hadapi dan intropeksi, lakukanlah apa-apa saja yang seharusnya kita lakukan menghadapi mereka. Karena seseorang korbang bulliying jika ia bangkit, maka ia akan lebih baik segala-galanya dari sebelumnya. Yakinlah suatu saat nanti, ada masa di mana aktor bullying tersebut butuh dengan bantuan kita. Tunggu saja waktunya!
