Bernas.id-Hampir menjadi wajar, jika seorang anak pasti menolak diajak sikat gigi. Terutama, sikat gigi sebelum tidur atau sesudah makan. Namun sebagai orang tua, sepatutnya kita mengusahakan agar kegiatan ini menjadi menyenangkan. Setidaknya, si anak mampu menyikat gigi minimal dua kali dalam sehari atau ketika mandi pagi dan sore hari. Gunakan tiga mantra mudah ini agar anak mudah menggosok gigi,
1. Sikat gigi karakter
Zaman now, bentuk sikat gigi sudah beraneka ragam, walaupun fungsinya sama. Ambil sikat gigi dengan karakter yang disukai si anak. Perhatikan juga warna dari sikat gigi tersebut. Pilihan sikat gigi yang benar, pasti akan menambah moody si anak. Beberapa anak tidak memerlukan karakter yang mencolok. Cukup memiliki sikat gigi yang senada dengan milik orang tua, sudah membuat ia merasa senang.
Pilihlah sikat gigi dengan bulu yang halus agar tidak melukai gusi anak. Ada beberapa sikat gigi berkarakter tidak memiliki bulu yang halus. Oleh karena itu, kita perlu selektif dalam memilih. Merek dan harga barang, menentukan kualitas kelembutan bulu sikat gigi. Sikat gigi dengan bulu paling lembut dan tidak terlalu mahal, tentu menjadi pilihan bijaksana.
2. Sikat gigi bersama-sama
Bagaimanapun juga, anak pasti akan meniru kebiasaan orang tua. Kegiatan yang dilakukan secara rutin bersama orang tua, pasti lebih terekam dengan baik di benak anak. Berikan teladan yang baik dengan mengajak anak untuk menyikat gigi. Kegiatan bersama-sama ini pasti menyenangkan, jika dilakukan secara rutin. Disamping menjadikan gigi anak lebh sehat, kedekatan orang tua dan anak pasti berdampak baik dalam tumbuh kembang anak tersebut.
Beri motivasi untuk anak agar ia menyenangi kegiatan ini. Para orang tua bisa menceritakan pula kisah monster gigi yang memakan gigi-gigi hingga habis. Monster ini biasanya hidup saat bangun tidur, sesudah makan atau hal lain saat ada banyak sisa makanan dalam mulut. Kisah monster ini pasti lebih mengakifkan imajinasi si anak. Dalam dunianya ia laksana superhero yang memberantas monster gigi dari dalam mulutnya.
Tak lupa juga, ajari anak menyikat gigi yang benar. Metode bulat-bulat dalam serial Upin-Ipin yang anak gemari, juga mampu mengajarkan mereka gemar menyikat gigi.
3. Pasta gigi herbal
Untuk anak, jangan coba-coba. Joke ini pun sama dalam pemilihan jenis pasta gigi. Secara umum, pasta gigi yang beredar di pasaran sudah cukup aman. Namun alangkah lebih baiknya lagi, pilihlah pasta gigi herbal untuk anak. Pasta gigi herbal memiliki tingkat keamanan yang lebih baik, jika pasta gigi ini tertelan. Walaupun, hampir dipastikan seluruh merek pasta gigi anak berlabel ?aman ditelan?, memilih pasta gigi herbal dirasa lebih aman. Perhatikan juga kandungan herbal apa saja dalam pasta gigi yang dipiih.
