Bernas.id – Transportasi online sudah menjadi kebutuhan setiap masyarakat perkotaan yang ogah untuk membawa kendaraan sendiri. Alasannya bisa bermacam-macam, dari yang nggak mau bingung dengan lahan parkir, nggak mau ribet macet hingga belum ada dana untuk membeli satu kendaraan. Hal menarik dari transportasi online adalah tarif yang wajar bahkan lebih murah dari angkutan konvensional. Apalagi jika pihak penyedia jasa transportasi seperti Grab, Gojek dan Uber melakukan promosi dan diskon perjalanan. Hal ini memang sangat membantu di tengah makin mahalnya biaya hidup di kota besar seperti Jakarta. Namun, tahukah kamu? Ada banyak cerita yang perlu diketahui di balik transportasi online tersebut. Simak ulasannya di bawah ini:
1. Tarif
Kamu tahu kenapa tarif ojek online selalu lebih murah dari ojek konvensional? Karena pendapatan mereka rata-rata hanya seribu rupiah per kilometer. Mungkin hemat untuk kamu. Namun, rasanya nggak imbang untuk tenaga, waktu, pulsa, bensin dan penyusutan kendaraan yang mereka miliki. Jadi meski sekalipun kamu mendapat promo 0%, berikan mereka tips. Dengan tips itu tetap saja lebih murah, tak ada yang gratis di kota besar bukan?
2. Penilaian
Mungkin kamu sering komplain dengan pelayanan ojek online. Jika pelayanannya bagus, kamu memberi nilai bagus. Namun, kalau pelayanannya jelek, kamu memberi nilai jelek. Tanpa sadar driver online juga memberikan standar penilaian yang sama. Jadi jangan heran kalau kamu suka susah dapat ojek, coba cek nilai kamu dan ingat-ingat perlakuan sama abang ojek online.
3. Pekerjaan sambilan
Jangan selalu memandang rendah driver ojek online. Terkadang, kamu akan kaget sendiri jika menemukan driver yang memiliki profesi lebih dari kamu. Ada loh dokter yang menyambi jadi driver. Alasan mereka ikut ojek online belum tentu karena uang. Ada yang memang senang bersosialisasi mencari teman baru.
4. Order fiktif
Kamu tentu masih ingat tentang hebohnya kasus order fiktif makanan dari seorang perempuan yang ditolak cintanya. Banyak loh kasus yang lebih parah dari itu. Driver sudah pasti menanggung kerugian sementara anak istrinya di rumah menunggu ayahnya membawa rejeki.
5. Jual beli akun driver dan virtual money
Sssstt… Kalau kalian mau jadi driver ojek ilegal bisa loh. Ada beberapa akun jual beli akun di fb. Hal ini tentu membahayakan penumpang. Mungkin ada beberapa driver yang memutuskan gantung helm, lalu menjual akunnya tanpa memikirkan efek negatif. Bahkan yang lebih parah, akun penumpang dengan saldo virtual money diambil alih dan diperjualbelikan. Ini sih sudah masuk dalam ramah kriminal.
5. Payung hukum dan jaminan asuransi
Para driver yang sepenuhnya bergantung pada sistem online ini, secara fakta tidak dilindungi payung hukum yang jelas. Mereka bisa kapan saja menghadapi pemutusan kerja sepihak. Padahal persoalannya mungkin karena penilaian semena-mena penumpang sadis yang dijadikan acuan perusahaan ojek online. Itu tentunya tidak adil. Lebih parahnya lagi, jika mereka menghadapi kecelakaan dan kehilangan kendaraan. Asuransi yang seharusnya mereka terima serba tidak jelas.
Begitulah gambaran suram para pengojek online. Mudah-mudahan, kamu lebih bijak menghadapi abang ojek online. Mereka juga manusia biasa dengan masalah yang bisa jadi lebih berat dari kamu.
