Bernas.id – Sering telat menstruasi? Atau malah jarang? Bisa jadi kamu mengidap PCOS. Mau tahu penyebab dan cara mengatasinya? Berikut penjelasannya!
PCOS atau Polycystic Ovary Syndrome adalah gangguan hormonal wanita pada usia reproduksi. Dilansir dari Mitra Keluarga bahwa ada lebih dari 150 ribu kasus wanita terkena PCOS setiap tahunnya di Indonesia. Hingga saat ini, belum ada penyebab pasti dari sindrom ovarium polikistik ini. Namun, banyak dokter berasumsi bahwa hal ini dapat disebabkan oleh faktor genetik dan lingkungan.
Sumber dari Kompas.com menyebutkan bahwa folikel pada rahim wanita seharusnya membuka dan melepaskan sel telur yang matang di setiap siklus menstruasi. Akan tetapi, hal ini tidak terjadi pada wanita yang mengalami PCOS. Sebaliknya, tongkat folikel malah menjadi kista kecil. Ha? Kista? Kok serem ya? Sebenarnya PCOS adalah kumpulan pola dan gejala, maka kista adalah salah satu ciri khasnya. Dokter dapat melihat kista ini dengan USG. Tetapi, kista hanya asumsi akhir saja. Sebelumnya dokter akan melakukan uji kadar hormon pada darah setelah melihat adanya gejala lain. Apa saja gelaja itu? Mari simak bersama.
- Timbulnya jerawat
- Kulit berminyak.
- Tumbuhnya rambut yang berlebihan pada punggung, wajah dan dada.
- Rambut kepala rontok atau menipis.
- Menstruasi yang tidak teratur, biasanya dalam waktu satu tahun lebih jarang.
Selain itu, PCOS berhubungan erat dengan resistensi insulin. Resistensi insulin dapat menyebabkan peningkatan kadar androgen sehingga memicu penambahan berat badan atau obesitas. Banyak wanita yang mengabaikan gejala PCOS. Padahal kalau semakin lama akan bertambah parah. Seperti berat badan yang bertambah akan semakin sulit menurunkannya dan siklus menstuasi yang tidak teratur akan meningkatkan risiko kanker rahim dan diabetes. Lalu, bagaimana cara mengatasinya?
1. Mengurangi berat badan minimal 5 persen akan sangat membantu. Dengan melakukan diet sertai seperti mengganti junkfood dengan makanan yang lebih sehat dan bergizi.
“Bahkan, walau penderita hanya kehilangan lima persen saja dari berat badannya, dia sudah dapat merasakan dampak positif pada profil metaboliknya,” kata Lalley.
2. Olahraga secara rutin. Senam aerobik akan membakar kalori secara cepat dan membuat badan menjadi lebih segar serta menjaga metabolisme tubuh. Dalam satu minggu minimal dilakukan sebanyak tiga kali.
3. Berjemur di pagi atau sore hari. Untuk apa? Agar tubuh mendapatkan vitamin D dari sinar matahari langsung. Rendahnya kadar vitamin D menyebabkan sering merasa letih, dan lesu bahkan setelah makan. Selain berjemur, Anda bisa mengkonsumsi suplemen vitamin D atau makanan seperti minyak ikan, susu kedelai atau jamur.
4. Istirahat yang cukup. Kelelahan bisa menjadi faktor penyebab siklus mentruasi yang tidak lancar. Maka dari itu, dibutuhkan istirahat yang cukup untuk menjaga metabolisme tubuh.
5. Pemberian obat fertilitas sesuai resep dokter seperti (pil KB, Clomiphene, Letrozole, dan sebagainya) dapat melancarkan siklus menstruasi dan membantu kehamilan.
Nah, demikian penjelasan POCS semoga bermanfaat. Ingat, semakin cepat melakukan pemeriksaan, maka semakin kecil terkena risiko yang lebih besar tadi. Sayangilah tubuh Anda karena itu adalah pemberian dari Tuhan yang sangat berharga. Ubahlah pola hidup Anda menjadi lebih sehat agar menjadi lebih mudah beraktivitas dan dapat menyebar kebaikan.
