Bernas.id – Kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Kita hidup di negara yang sudah merdeka. Perjuangan para pahlawan untuk memerdekakan negeri kita sangatlah berat. Tetesan keringat dan darah, ribuan nyawa melayang, mereka melakukan semuanya hanya untuk satu kata: merdeka.
Bagi orang di zaman sekarang, mungkin merayakan kemerdekaan hanyalah sebatas seremonial. Anak muda zaman sekarang malah tidak pernah meresapi arti kemerdekaan yang sesungguhnya. Padahal, jauh di belahan dunia lainnya, berjuta-juta rakyat di timur tengah sedang berusaha meraih kemerdekaannya.
Sejak deklarasi Trump pada tanggal 6 Desember yang menyatakan bahwa Amerika Serikat mengklaim Yerusallem sebagai ibukota Israel, penderitaan rakyat Palestina semakin bertambah. Tak hanya umat muslim yang menjadi korban kejahatan Israel, umat kristiani pun kali ini tidak bisa merayakan natalnya dengan gembira. Hotel-hotel sepi pengunjung, alun-alun lengang, dan berbagai hujatan terus mengalir untuk Presiden Amerika Serikat itu.
Wilayah kekuasaan Palestina pun sekarang makin mengecil. Sejak ratusan tahun lalu, rakyat Palestina telah menghuni tanah Palestina. Mereka dijajah oleh Israel terus-menerus, dan penderitaan mereka bertambah lagi sejak Presiden Donald Trump terang-terangan mendukung Israel untuk merebut Palestina.
Bisakah kita sekarang berkaca dari keadaan saudara-saudara kita di sana? Mereka menginginkan kemerdekaan. Yang lebih mengejutkan dan mengiris hati, bahkan rakyat Palestina yaitu beberapa pengungsi di Gaza turut merayakan kemerdekaan Indonesia yang ke-72 beberapa waktu lalu. Ketika mereka masih berkutat dengan penjajah, anak-anak kecil di Gaza menyerukan “Happy Independence Day, Indonesia!” sambil diiringi instrumen lagu Indonesia Raya. Mereka juga membagikan kue-kue dan jus buah seakan mengadakan pesta peringatan kemerdekaan.
Saat pertama kali mengungkapkan proklamasi pun, Palestinalah yang pertama mendukung dan mengakui kemerdekaan Indonesia. Anak-anak di Gaza pun diberikan wawasan tentang perjuangan rakyat Indonesia meraih kemerdekaan supaya mereka tidak putus harapan. Mereka yakin bahwa kelak kemerdekaan akan ada di tangan mereka.
Nah, yang kini harus kita lakukan tentunya berdoa untuk saudara kita di sana. Mungkin kita tidak bisa memberikan bantuan materi atau alat-alat perang, namun doa kita pasti akan sampai. Kita doakan semoga rakyat Palestina kelak menerima kemerdekaan dan kebebasannya. Kita pun patut bersyukur karena sekarang negara kita telah bebas dari penjajah, sehingga hidup kita lebih menyenangkan.
Semoga kemerdekaan kelak menyertai tanah Palestina. Jika itu terjadi, maukah kita menjadi pihak pertama yang mengakui kemerdekaan mereka?
