Bernas.id – Dalam dunia perkuliahan, presensi atau kehadiran merupakan hal yang penting. Hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan nilai dalam sebuah mata kuliah. Namun terkadang beberapa mahasiswa terpaksa tidak bisa mengikuti perkuliahan dan hadir di kelas untuk membubuhkan tanda tangan sebagai bukti kehadirannya. Nah sebagian dari mahasiswa ini tidak bisa mengikuti perkuliahan karena memang ada keperluan mendadak ataupun karena sengaja tidak masuk kelas. Sudah menjadi hal yang lazim budaya ?titip kehadiran? dipraktekkan di kalangan mahaiswa, hal ini dianggap sebagai solidaritas antar sesama teman. Padahal perbuatan tersebut sangat tidak terpuji lho, guys!
Perkuliahan merupakan proses mempelajari ilmu pengetahuan, sehingga diharapkan kelak lulusannya yang menyandang gelar sarjana akan menjadi insan yang cerdas dan berpengetahuan luas. Nah proses menjadi sarjana bukanlah sebatas telah melalui prosesi wisuda dan memiliki IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) yang tinggi, tetapi yang terpenting adalah proses yang dilalui dalam mendapatkan ilmu tersebut. Jadi yang perlu diperhatikan adalah intensitasmu menyimak pelajaran di kelas, bukan kelengkapan kehadiran yang hanya sebatas presensi tanda tangan semata.
Mungkin budaya titip absen tergolong masalah ?sepele?, tetapi jika kamu terbiasa melakukannya, hal tersebut akan berdampak pada karakter kamu di masa depan lho. Dengan melakukan titip tanda tangan, berarti kamu telah melakukan suatu kebohongan, dan jika kamu terasa ringan melakukannya maka akan mudah saja bagimu melakukan kebohongan-kebohongan lain yang lebih besar.
Menjadi mahasiswa yang jujur sejatinya adalah capaian yang perlu diperhatikan dalam jenjang perguruan tinggi. Membentuk pribadi jujur juga akan melahirkan insan-insan yang jujur dalam tatanan kehidupan di masa depan, pejabat, dokter, pengusaha yang jujur dibentuk oleh mental tanggung jawab sejak dini.
Nah guys, mulai sekarang jauhi budaya titip kehadiran ya! Jadilah pribadi yang bertanggung jawab, jika kamu memang berhalangan hadir di kelas, buatlah surat izin dan berikan pada dosen yang bersangkutan. Jangan meminta temanmu menandatangani kehadiranmu sebagai cerminan sikap kesetiakawanan. Budaya titip kehadiran bisa membentuk mentalmu menjadi pribadi yang tidak jujur!
