Bernas.id – Cita-cita juga bisa dikatakan keinginan dan harapan. Suatu hal yang belum terjadi tapi diharapkan terjadi. Maka dibutuhkan optimisme untuk mewujudkan keinginan itu menjadi kenyataan. Tanpa itu, kita tidak akan berusaha dan berjuang untuk merealisasikannya.
Maka pantaslah ungkapan “Gantungkan cita-citamu setinggi langit” menjadi sebuah bentuk rasa optimis kita dalam menetapkan sebuah cita-cita. Tapi banyak juga yang akhirnya galau dan stres saat cita-citanya yang setinggi langit itu enggan terwujud malah terlihat semakin jauh dari realita sehingga menjadi angan-angan alias mimpi di siang bolong.
Padahal, sudah optimis dan berusaha serta berjuang siang dan malam. Kenapa?
Dalam diri manusia ada dua alam pikiran yaitu alam sadar dan alam bawah sadar. Pikiran alam sadar tempatnya realita dan logika sedangkan dalam pikiran alam bawah sadar terletak kepercayaan dan keyakinan.
Saat cita-cita setinggi langit masih menancap di pikiran alam sadar maka mustahil terwujud. Contoh, bercita-cita jadi pengusaha sukses kaya raya, sementara pendidikan hanya lulusan SMA, modal tidak punya, tidak punya relasi dan hidup di perkampungan terpencil. Pikiran alam sadar akan selalu menyajikan pikiran “Apa bisa?”
Secara logika tidak mungkin terjadi, hitung-hitungan di atas kertas itu mustahil. Sehingga apa yang kita lakukan pun biasa-biasa saja walaupun terlihat semangat dan kerja keras tapi tidak ada sebuah terobosan yang berarti atau pemikiran yang brilian yang dapat mengeluarkan ia dari kehidupan sekarang.
Tapi, jika cita-cita setinggi langit itu sudah menancap dalam pikiran alam bawah sadar maka itu menjadi sebuah kepercayaan dan keyakinan dalam diri sehingga menciptakan jalan untuk menuju terwujudnya cita-cita tersebut.
Bagaimana agar cita-cita setinggi langit itu dapat menancap dalam pikiran alam bawah sadar?
1. Repetisi
Pengulangan. Cita-cita setinggi langit itu harus diucapkan berulang-ulang sehingga menembus pikiran alam bawah sadar. Caranya dengan ditulis besar-besar dan kalau perlu dibuat berwarna agar pikiran mudah mengingatnya lalu ditempelkan di dinding kamar tidur agar setiap bangun tidur kita bisa melihatnya.
Lebih baik lagi tulisan itu difoto dan dijadikan latar belakang telepon genggam kita sehingga setiap membukanya kita bisa melihatnya.
Ucapkan berulang-ulang dalam setiap doa yang kita lantunkan kepada Allah, kapanpun dan di manapun.
2. Feel It
Rasakan bahwa cita-cita setinggi langit itu sudah terwujud dalam kehidupan kita. Pikiran alam bawah sadar tidak tahu mana yang realita dan yang bukan. Jadi, dengan merasakan bahwa seolah-olah itu sudah terjadi akan menguatkan kepercayaan dan keyakinan dalam diri sehingga membuka jalan-jalan kemudahan untuk mewujudkannya.
3. Action
Jika cita-cita setinggi langit kita adalah menjadi pengusaha sukses kaya raya maka mulailah belajar menjadi seperti itu. Caranya dengan mengenal profil orang-orang yang sudah berhasil, pelajari kehidupannya, cara berpikirnya, sikap mentalnya. Lalu tiru dan aplikasikan dalam kehidupan kita. Masuklah dalam lingkungan mereka, bergaulah dan jadilah bagian dari mereka walaupun harus mulai dari bawah.
Lakukan ketiga hal di atas sehingga cita-cita setinggi langit yang kita buat dapat menancap dalam pikiran alam bawah sadar. Dan yang lebih baik lagi, kita tidak hanya menggantungkan cita-cita setinggi langit tapi gantungkanlah cita-cita kita kepada Yang Menciptakan Langit sehingga hidup kita tidak hanya sukses tapi juga berkah dunia akhirat.
