Bernas.id – Indonesia sebagai daerah tropis mempunyai dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Akhir-akhir ini pun musim di Indonesia sedang tidak menentu. Jika dahulu bulan Oktober sampai Maret akan ditandai dengan musim hujan dan bulan April sampai bulan September ditandai dengan musim kemarau. Namun berbeda dengan sekarang, kita tidak bisa begitu saja memprekdisikan penentuan setiap musim berdasarkan pedoman tersebut.
Saat ini negara Indonesia sedang mengalami musim penghujan, hal ini ditandai dengan frekuensi terjadinya hujan semakin sering, suhu udara pun menjadi lebih sejuk bahkan dingin, sumber mata air melimpah, bahkan tidakk jarang juga menyebabkan beberapa bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang. Dan setelah musim penghujan usai maka tibalah musim kemarau. Musim kemarau biasanya ditandai dengan cuaca yang lebih hangat dan panas dari sebelumnya, beberapa bencana alam pun sering terjadi dikala musim kemarau, seperti kebakaran dan kekeringan.
Kekeringan merupakan suatu masalah yang sangat krusial bagi setiap orang, di mana sumur-sumur mulai mengering, air bersih pun sulit untuk ditemukan. Dan lebih parahnya lagi dampak kekeringan ini bisa menyebabkan kebakaran, kesehatan masyarakat menjadi buruk, perekonomian masyarakat pun menurun karena gagal panen akibat kekeringan. Banyak pula daerah-daerah yang sering mengalami kekeringan saat musim kemarau, seperti contohnya beberapa daerah di pulau Jawa. Dan untuk mendapatkan air pun mereka harus menempuh jarak yang cukup jauh dengan peralatan seadanya seperti ember atau jerigen yang hanya bisa mengangkut air sekitar 10-25 liter, dengan dipanggul atau menggunakan gerobak untuk mengangkutnya.
Namun, semakin berkembagnya zaman banyak sekali inovasi-inovasi baru di berbagai bidang kebutuhan manusia, tidak terkecuali alat untuk mengangkut air. Ya, di Afrika Selatan tepatnya ada sebuah alat tepat guna bernama Hippo Roller, yang berfungsi untuk mengangkut air dari sumber air ke desa, dengan kapasitas 90 liter, jika dibandingkan dengan ember dan jerigen. Hippo Roller ini terbuat dari drum air berbentuk silinder dengan tutup putar dan pegangan berupa gagang baja yang dijepit di kedua sisinya. Desainnya yang inovatif berbentuk seperti roda, sehingga mempermudah saat membawanya, lebih cepat dan efisien serta lebih menghemat tenaga, karena kita hanya perlu memegang gagang dan menggelindingkannya.
Selain mempermudah dalam membawa air bersih, faktanya di Negara asalnya Hippo Roller ini di desain untuk pemberdayaan perempuan, karena di Negara afrika Selatan khususnya, tugas mengambil dan mencari air adalah tugas seorang perempuan. Waktu dan tenaga yang dibutuhkan pun tidak sedikit, selain itu mereka para perempuan juga masih harus melakukan pekerjaan rumah tangga lainnya.
Jadi, apa di daerahmu sering terjadi kekeringan saat musim kemarau? Jika iya, kamu bisa memanfaatkan teknologi tebaru Hippo Roller ini untuk mempermudah saat mengangkut air bersih. Atau jika kamu kesulitan mendapatkan alat tersebut, kamu bisa membuatnya sendiri dengan memanfaatkan drum yang sudah tidak terpakai, gagangnya pun bisa dibuat dengan memanfaatka kayu, besi yang tida terpakai atau benda yang sekiranya kuat, dan untuk tutup drum-nya kamu bisa memanfaatkan bahan-bahan bekas lainnya yang ada di sekitarmu.
Selamat mencoba!
