Hidup tanpa cinta, bagai taman tak berbunga
Bernas.id – Masih ingatkah lagu yang dinyanyikan raja dangdut kita, Rhoma Irama? Apa sebenarnya makna dari lirik tersebut? Taman tak berbunga, berarti hampa, tanpa warna, dan kosong, kan?
Cinta adalah sesuatu yang tidak terlihat, tidak tersentuh, dan tidak berbau, tapi dapat dirasakan. Seberapa pentingkah cinta dalam kehidupan kita? Mengapa harus ada cinta? Bagaimana jika tidak ada kehadiran cinta dal keseharian kita?
Cinta jika dalam suatu makanan, ibarat penyedap rasa. Bayangkan jika kita memakan suatu hidangan yang tanpa rasa, hambar, apakah kita akan menikmatinya? Mungkin kita akan terpaksa memakannya untuk menuruti rasa lapar, namun kita tidak akan merasa senang ketika merasakannya. Begitulah kedudukan cinta di muara kehidupan.
Tanpa cinta, hidup akan terasa hambar. Mungkin kita tetap menjalani hidup, tetapi tidak akan ada bahagia dan senyum di dalammya. Kita akan seperti robot yang selalu menjalani semua hal tetapi hati kita seakan mati. Hidup kita monoton, tidak ada kebahagiaan, tiada tawa, tiada hasrat untuk terus hidup. Tanpa cinta, hidup terasa mati.
Bagaimana jika kita belum menemukan cinta? Oh lihatlah, cinta bertebaran di mana-mana. Ada dua orang yang memberikan cinta terbesarnya pada kita. Siapa mereka? Mereka orang tua kita. Setiap tutur kata mereka, setiap inchi omelan mereka, walaupun mereka sering membuat kita jengkel dengan semua kemarahan mereka, percayalah itu karena cinta mereka yang teramat besar kepada kita. Sebenci-bencinya orang tua kepada anaknya, mereka tidak pernah benar-benar membencinya. Meski kita sering menyakiti hati mereka dengan kata-kata kita yang menusuk atau tingkah laku kita, mereka tidak pernah membenci kita. Mereka tetap memberikan yang terbaik semata-mata untuk keberhasilan kita.
Mari cari keberadaan cinta lainnya. Di sekolah, cinta seorang guru kepada murid-muridnya pun tak terbatas. Para guru dengan suara seraknya, menuliskan ilmu mereka di papan tulis untuk dibagi kepada makhluk-makhluk haus ilmu di depannya. Setiap manusia berbeda-beda, begitu pula guru. Ada guru yang sabar sekali, tipe guru favorit para murid. Ada guru yang dibilang sebagai algojo, dengan kata lain, killer, dan lainnya. Namun percayalah semua dilakukan guru supaya kita bisa pintar dan sukses.
Lalu setelah memperhatikan guru menulis di papan, kita akan menoleh ke teman di sebelah kita, sosok yang tidak terikat darah dengan kita namun dengan rela membagi suka dukanya dengan kita, mereka menjadi tempat kita mencurahkan segala masalah, mereka dengan senang hati memberi kita solusi, atau setidaknya menemani kita di kala susah. Ya, mereka lah makhluk yang kita sebut teman. Tak bisakah kalian lihat cinta seorang teman sejati kepada sahabatnya? Teman sejati tidak akan khianat, tidak akan berbohong, tidak akan meninggalkan. Dia begitu mencintai kita apa adanya. Apakah kita masih ingin memungkiri cintanya kepada kita? Walaupun dia tidak pernah mengungkapkan cintanya, dia menunjukkan lewat tutur kata dan perilakunya kepada kita. Teman sejati adalah harta tak ternilai, jagalah jangan sampai kau melepasnya.
Terakhir, jika tak bisa menemukan orang lain yang mencintaimu, lihatlah ke dalam dirimu. Dirimu mencintaimu. Allah juga mencintaimu. Cinta Allah lebih besar dari siapapun makhluk di dunia ini. Walaupun tidak ada lagi yang bisa kau percaya, Allah bisa. Allah masih mencintaimu kala dunia membencimu. Sang Maha Cinta, cintanya selalu menenangkan. Tak bisa dilihat, tak bisa dirasakan, namun bisa mendamaikan hati yang gundah.
Nah, begitu pentingnya cinta di dalam hidup, karenanya mulai sekarang bangkitlah dari keterpurukan. Carilah cinta di sekelilingmu. Ubah pola pikir kekanakan yang bisa menghambat kreativitas. Cinta sebagai penyedap rasa hidangan yang bernama kehidupan, ia kecil, namun berdampak besar bagi seluruh manusia di dunia ini.
