Bernas.id ? Internet bak dunia yang tidak mengenal batas. Pasalnya di internet, siapapun bisa berkomunikasi dan bertukar informasi di internet tanpa terikat oleh jarak dan lokasi. Namun di sisi lain, kelebihan internet tersebut juga menyebabkan peredaran informasi di dalamnya menjadi sulit untuk dipantau dan dikendalikan oleh otoritas negara.
Hal tersebut disadari betul oleh Rusia. Menurut Deutsche Welle yang mengutip pemberitaan dari media Rusia, pemerintah Rusia berencana mendirikan server akar baru yang nantinya bisa menyadiakan jaringan komunikasi dengan fungsi menyerupai internet.
Jaringan yang disediakan oleh server baru tersebut rencananya bukan hanya bakal menjangkau Rusia. Namun turut mencakup negara-negara sekutu Rusia yang tergabung dalam organisasi BRICS. Negara-negara tersebut adalah Brazil, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan.
Faktor keamanan menjadi alasan mengapa Rusia berniat mendirikan internet tandingan. Berdasarkan hasil rapat yang digelar oleh Dewan Keamanan Rusia, terlalu dominannya AS dan Uni Eropa dalam regulasi internet dunia dianggap bisa memberikan dampak yang berbahaya bagi Rusia. Jika Rusia memiliki server internetnya sendiri, maka Rusia bisa melindungi dirinya sendiri dari kemungkinan menyusupnya pihak asing.
Internet yang digunakan masyarakat dunia sekarang ini dihubungkan oleh 13 server akar yang tersebar di empat negara berbeda. Sebanyak sepuluh akar server tersebut berlokasi di AS. Sementara tiga server sisanya masing-masing berada di Belanda, Jepang, dan Swedia.
Menurut pakar keamanan virtual Wolfgang Kleinwachter, secara teknis Rusia memang bisa menciptakan server akar internetnya sendiri. Namun ia meragukan seberapa efektif jaringan dari server baru tersebut karena pemerintah Rusia masih harus memaksa warganya untuk beramai-ramai beralih ke jaringan baru tersebut.
