Bernas.id – Kesadaran pentingnya menulis di antara kelompok guru sudah mulai terasa. Menulis memang sewajarnya menjadi makanan utama guru. Sebagai pengajar, ilmu yang dituliskan jelas memiliki kebermanfaatan melimpah.
Masalahnya, banyak guru yang belum menggembangkan potensi wajibnya ini. Banyak guru, atau penulis pemula membutuhkan pemantik untuk mampu berkontribusi dalam dunia perbukuan.
Baca juga: Mengenal Teks Berita, Ciri-ciri, Jenis, dan Contoh Penulisannya
Penulis nasional, Dr.H. Imron Rosidi, M.Pd., menuturkan setidaknya ada lima pemantik niat yang mampu dijadikan alasan para guru untuk menulis. Kelima pemantik tersebut, yaitu:
Pemantik pertama, yaitu naik pangkat
Kenaikan pangkat diberikan atas prestasi pemerintah kepada PNS sebagai upaya peningkatan kompetensi sekaligus prestasinya. Salah satu kewajiban guru PNS dalam kenaikan pangkat ini adalah buku. Guru PNS wajib memiliki buku karyanya yang ber-ISBN sebagai persyaratan dengan poin cukup tinggi.
Baca juga: Bagaimana Cara Membuat Teks Persuasif Sesuai Jenis dan Strukturnya?
Pemantik kedua, yaitu recehan royalti
Tidak hanya guru, bahkan semua penulis yang naskahnya diterbitkan menginginkan hal yang sama. Royalti ini didapat dari sejumlah buku yang berhasil terjual. Tentu bukan pekerjaan mudah, namun jelas kegiatan menulis yang positif mampu menjadikan ladang rezeki lain selain papan tulis.
Pemantik ketiga, yaitu popularitas
Dikenal dan menginspirasi, tentu menjadi kebanggaan bagi setiap manusia. Penulis yang dengan karyanya mampu merambah pelosok negeri tentu menjadi sumber kebanggaan tersendiri. Termasuk berbagi kisah hidup. Sebab setiap perjalanan memiliki rute yang berbeda. Dari perbedaan ini orang lain mampu belajar dengan tanpa mengalami kejadian yang sama. Inspirasi positif mampu mengubah seseorang menjadi super di kemudian hari. Pun sebaliknya, pengalaman kurang baik juga mampu dicatat sebagai peringatan agar tidak mengalami kejadian serupa.
Baca juga: Contoh Paragraf Induktif, Deduktif, Campuran, dan Ineratif
Pemantik keempat, yaitu terpaksa
Tidak ada yang mampu melawan tugas negara, dalam artian kewajiban yang diberikan pimpinan (kepala sekolah atau diknas terkait). Justru dari keterpaksaan inilah sebuah karya mampu diselesaikan tepat waktu.
Pemantik kelima, yaitu menyuarakan kebenaran
Sebagaimana ilmu harus disampaikan walaupun sebaris, seayat. Menulis buku juga mampu dijadikan pelurusan terhadap kebenaran yang beredar. Sekaligus untuk menyebarkan ilmu. Ilmu yang benar.
Baca juga: 51 Jenis Font Keren untuk Desain dan Menulis Buku 2021
