Bernas.id ? Ponsel pintar atau smartphone sekarang menjadi benda yang kian lazim dimiliki oleh masyarakat umum, termasuk di Indonesia. Ukurannya yang ringkas dan fungsinya yang beragam menyebabkan ponsel ini digandrungi oleh banyak orang.
Namun seiring dengan semakin luasnya penggunaan ponsel pintar, semakin banyak pula bahaya yang mengintai. Virus ponsel yang bertebaran adalah salah satunya. Dari sekian banyak virus ponsel yang sudah beredar, mungkin virus yang satu ini adalah yang paling berbahaya.
Ars Technica mengabarkan kalau tim ilmuwan dari perusahaan antivirus Kaspersky berhasil menemukan virus baru yang menyerang perangkat Android. Begitu paranya kerusakan yang ditimbulkan oleh virus bertipe trojan ini, sampai-sampai perangkat keras pada ponsel korbannya bisa turut mengalami kerusakan!
Virus tersebut oleh pakar Kasperky dikenal dengan nama Loapi. Virus yang teridentifikasi pada bulan Desember lalu ini menyebar melalui pihak ketiga penyedia aplikasi, iklan yang muncul secara acak di browser, serta pesan spam yang menyebar lewat SMS.
Begitu virus ini menginfeksi ponsel korbannya, virus ini akan langsung menjalankan segala macam instruksi seperti menampilkan iklan tanpa henti, ikut serta dalam serangan yang merusak server situs lain (denial of service attack), mengirim pesan teks secara acak, dan yang paling parah adalah menambang uang virtual Monero secara diam-diam.
Jika suatu perangkat keras menambang uang virtual, maka perangkat tersebut akan bekerja lebih keras dan menyerap listrik lebih banyak dibandingkan biasanya. Hal itu pulalah yang menimpa ponsel korban Loapi.
Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan oleh ilmuwan Kaspersky, perangkat keras pada ponsel korban Loapi bakal turut mengalami perubahan akibat dipaksa menambang Monero. Hanya dua hari setelah Loapi pertama kali aktif, baterai pada ponsel akan menggembung begitu besar hingga merusak cangkang luar ponsel.
Pakar Kaspersky lantas memberikan saran kepada pemilik ponsel pintar di seluruh dunia untuk hanya mengunduh aplikasi dari pihak yang sudah terpercaya, misalnya Google Play Store. Mereka juga menyarankan pemilik ponsel untuk memasang aplikasi antivirus supaya ponselnya tidak disusupi oleh program-program yang tidak bertanggung jawab.
