Bernas.id – Indonesia memiliki keindahan alam yang beraneka ragam. Tak sebatas alam saja. Negeri kita juga terkenal akan kuliner khasnya. Makanan rendang pernah menjadi salah satu pilihan makanan terlezat di dunia. Ada pula kuliner lain yang tidak kalah menggoda dan berasal dari daerah yang sama. Sate Pariaman dijamin membuat lidah Anda berselera. Pariaman ternyata tak sekedar terkenal dengan satenya yang nikmat lo. Dan pantainya, Pantai Gandoriah, adalah satu destinasi yang patut di kunjungi.
Pantai Gandoriah terletak di daerah Pariaman, Sumatra Barat. Berada di bagian paling barat Sumatra Barat. Posisinya strategis dan dapat dijangkau oleh kendaraan umum antar desa. Asal mula penamaan Gandoriah berawal dari kisah sepasang kekasih bernama Anggun Nan Tongga dan Puti Gandoriah. Sang lelaki pergi mencari paman yang hilang. Belum sempat kembali, Puti menerima kabar palsu meninggalnya kekasih. Puti Gandoriah bersemedi ke Gunung Ledang untuk menghilangkan kesedihan. Beberapa waktu kemudian mereka dipertemukan lagi. Namun, saat dipertemukan itu mereka menerima kenyataan bahwa mereka adalah saudara sepersusuan yang tidak bisa menikah.
Nan Tongga diabadikan menjadi nama hotel tertua di sekitar daerah Pantai Pariaman. Sedangkan Gandoriah menjadi nama Pantai Pariaman itu sendiri. Pantai Gandoriah, Pariaman.
Di sekitar Pantai Gandoriah terdapat enam pulau. Yakni, Pulau Kasiak, Pulau Angso, Pulau Tangah, Pulau Ujung, Pulau Gosong dan Pulau Bando. Gugusan pulau kecil ini dapat dikunjungi dengan memanfaatkan transportasi perahu motor sekitar 20 menit.
Wisata Gandoriah dilengkapi dengan rekreasi laut, misal berselancar dan renang. Selancar hanya dibuka saat akhir pekan atau musim liburan.
Sesampainya di pantai ini, Anda patut mencoba Nasi Sek. Nasi dengan nama yang aneh namun berharga murah, yakni hanya 10 ribu rupiah. Sekepal nasi panas dibungkus daun pisang dan dihidangkan bersama lauk. Anda dapat menikmati semilir angin pantai sambil makan Nasi Sek di pondok lesehan.
Selain itu, Pantai Gandoriah juga meniliki daya tarik lain. Berbagai festival dan acara kebudayaan rutin diadakan di pantai ini. Upacara Tabuik dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram. Tabuik berasal dari bahasa Arab Tabut yang artinya mengarak. Acara ini sudah dilakukan turun temurun dengan mengarak tabuik di pantai lalu membuangnya ke laut. Upacara Tabuik merupakan acara peringatan meninggalnya cucu Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam, yakni Husain.
Wisata pantai yang menggiurkan bukan? Ada beragam hal yang hanya Anda temukan di pantai ini.
