Bernas.id ? Fakta memilukan dirilis oleh UNICEF. Lembaga di bawah naungan PBB yang fokus memperjuangkan kesejahteraan anak-anak ini memaparkan kalau setiap tahunnya, rata-rata ada satu juta bayi yang meninggal hanya sehari sesudah dilahirkan.
Sebanyak 80 persen di antara mereka diketahui meninggal akibat terlahir prematur atau terkena infeksi saat dilahirkan. Menurut UNICEF, kematian prematur tersebut sebenarnya bisa dicegah jika sang ibu memiliki akses ke air bersih serta bidan dan fasilitas penunjang yang memadai.
?Mengingat mayoritas dari kematian bayi-bayi ini sebenarnya bisa dicegah, sudah jelas, kami gagal dalam menangani bayi-bayi dari golongan termiskin,? kata Direktur Eksekutif UNICEF Henrietta Fore.
Selain faktor ekonomi, perang dan sistem institusi yang lemah menjadi penyebab mengapa para ibu dan bayinya tidak bisa menerima akses yang diperlukan. Pakistan, Republik Afrika Tengah, dan Afganistan menjadi negara-negara dengan kasus terparah.
?Kematian terjadi akibat beraneka sebab semisal pengiriman ke rumah, ibu yang mengalami kekurangan darah, hingga kondisi keberasihan yang buruk. Hal-hal sederhana semisal mencuci tangan bisa mengurangi laju kematian hingga separuhnya,? kata Mubina Agboatwalla dari lembaga Edukasi Pencegahan Berorientasi Kesehatan.
Distrik Tharparkar di Pakistan diketahui sebagai wilayah dengan kasus kematian bayi terparah. Dalam kurun waktu 2011 hingga 2016, lebih dari 1.500 balita di wilayah tersebut meninggal.
Sebanyak 80 persen bayi yang lahir di wilayah yang sama juga diketahui lahir dalam kondisi kekurangan berat badan. Menurut para dokter seperti yang dilansir oleh Al Jazeera, kasus tersebut terjadi akibat kemiskinan dan kurangnya asupan gizi yang cukup.
Agboatwalla menambahkan kalau faktor-faktor seperti kurangnya pendidikan bagi kaum perempuan, perencanaan keluarga, pernikahan dini, dan kehamilan di masa remaja juga memiliki peran besar atas tingginya resiko kematian bayi.
?Sang perempuan masih belum cukup dewasa untuk mengurus dirinya sendiri ataupun sang bayi. Kecuali perempuan tersebut menerima pendidikan, mereka tidak akan bisa memahami pentingnya tindakan-tindakan pencegahan,? paparnya.
