Bernas.id – Setiap detik kebersamaan dengan anak dapat menjadi sebuah pembelajaran berharga baginya. Dalam keseharian, ada begitu banyak peristiwa yang merupakan pintu masuk seluruh unsur pendidikan. Karenanya sebagai orang tua harus berusaha agar semua itu tidak terlewatkan begitu saja. Mendidik anak di rumah berlaku setiap hari, bahkan setiap saat. Proses pendidikan akan berlangsung setiap waktu, tanpa anak merasa terus digurui dan orang tua tidak merasa terbebani. Berbeda dengan di sekolah yang terikat dengan waktu dan kurikulum. Dengan metode yang tepat maka diharapkan anak tidak merasa terus digurui dan orang tua tidak merasa terbebani. Berikut adalah metode mendidik anak yang tepat di rumah yang telah diringkas dari buku Mencetak Generasi Rabbani oleh Ummu Ihsan Chairriyah & Abu Ihsan Al-Atsari, Darul Ilmi.
1. Keteladanan;
Dengan adanya teladan, seorang anak akan belajar dengan sesuatu yang nyata. Keteladanan yang baik adalah sarana terpenting dalam pendidikan. Pengaruhnya tentu saja sangat besar. Orang tua adalah contoh paling tinggi bagi anak. Anak tetap akan mengikuti perilaku dan akhlak orang tua, baik sengaja atau pun tidak. Bila orang tua selalu jujur dalam ucapan dan dibuktikan dengan perbuatan niscaya anak akan tumbuh dengan semua prinsip-prinsip pendidikan yang tertancap dalam pikirannya. Sebaliknya ketidaksesuaian antara ucapan dan perbuatan akan menjadi racun dalam pendidikan.
2. Bimbingan dan nasehat;
Nasihat yang tulus akan memberikan pengaruh yang yang langsung menghujam di hati anak. Namun tidak jarang banyak orang tua yang mengeluh sulit memberikan anaknya nasehat. Apa yang terjadi? Sang anak justru kesal dan bosan. Para orang tua tentu saja boleh mengulang-ulangi nasehat karena tabiat anak adalah lupa. Tapi jangan berlebihan ya. Pilihlah waktu yang tepat. Kapan? Waktu kondisi kejiwaannya dalam keadaan kondusif. Gunakanlah kalimat yang mudah dan dapat dipahami sesuai dengan usia anak serta daya tangkap dan nalarnya.
3. Bercerita;
?Dan semua kisah dari Rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya. Kami teguhkan hatimu, dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.? (QS. Huud:120)
Dengan bercerita dapat mempererat hubungan antara orang tua dan anak. Selain itu, dapat menciptakan kehangatan dan keakraban tersendiri, sehingga akan membantu kelancaran komunikasi. Apalagi kisah nyata, pengaruhnya sangat besar sekali, dapat memperkokoh ingatan anak dan kesadaran berfikirnya. Sebuah pelajaran akan lebih mudah dicerna dan difahami oleh akalnya bila diberi ilustrasi cerita yang disertai dengan penjiwaan.
4. Pembiasaan dan beri motivasi
Menanamkan kebiasaan pada anak untuk melakukan sesuatu yang baik dan membawa keberuntungan baginya dalam urusan dunia maupun agama. Baik itu ibadah, adab, tutur kata, sopan santun ataupun rutinitas keseharian. Seperti kebiasaan untuk beraktivitas pada pagi hari, mengucapkan salam, makan dengan tangan kanan dan lain-lain. Berikan dorongan dan semangat kepada anak untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi kehidupan ini. Biasakan mereka untuk berusaha dengan keras dan bersaing secara sehat. Ikut sertakan anak dalam perlombaan yang positif. Berilah hadiah yang mereka dambakan saat meraih prestasi. Motivasi yang terus menerus akan meningkatkan kreativitas anak dalam melakukan kebaikan dan hal yang bermanfaat. Dampingi terus mereka dan berikan dukungan sebaik-baiknya.
5. Hukuman;
Pendidikan anak dimulai dengan metode pengarahan yang baik serta mengajak anak pada nilai-nilai mulia penuh dengan kesabaran. Namun kadang, orang tua sudah menempuh segala langkah nasehat maupun pengarahan untuk meluruskan kesalahan anak dan kenyataannya hal itu tidak mempan. Justru sebaliknya! Pendidikan dengan pemberian hukuman ini hendaknya bermula dari ancaman hingga berakhir pada penjatuhan sanksi. Jika ternyata anak tidak menghiraukan, maka sanksi harus benar-benar dijatuhkan. Dengan demikian akan tertanam pada jiwa anak bahwa ancaman orang tua itu sungguh-sungguh dan bukan main-main.
Demikianlah lima metode pembelajaran yang diharapkan dapat membantu kesuksesan orang tua dalam mendidik anak. Mendidik anak dengan memberi contoh akan menghasilkan karakter yang mulia. Pengajaran dengan tutur kata dan bimbingan yang baik mampu meluruskan berbagai kekurangan dan kesalahan, memberikan wacana yang baik dalam kehidupannya serta membiasakan mereka dengan kebaikan pula. Motivasi akan membangkitkan semangat dan persaingan hidup yang sehat serta mengasah kemampuan dan keterampilan. Sementara sanksi hanya berfungsi sebagai sarana kontrol akhir.
