Bernas.id – Kini desa mencoba diprioritaskan menjadi sumber utama daya tarik pariwisata. Pemerintah merencanakan penggalakan pariwisata masing-masing desa. Hal itu dimaksudkan untuk meningkatkan sumber pemasukan asli desa, selain dari sumber daya alam seperti pertanian dan peternakan.
Langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah harus mendapat dukungan dari perangkat desa serta warga desa sebagai tuan rumah. Yang penting harus disiapkan adalah kesiapan mental dan perilaku warga desa dalam menghadapi para pendatang yang disebut wisatawan ini.
Pengalaman yang menarik dan kepuasan batin tentu akan membuat para wisatawan ingin kembali menyambangi desa wisata. Pemerintah juga bisa menjadikan beberapa desa seperti di Jepang sebagai role model bagi keberhasilan pariwisata yang melibatkan desa.
Hal-hal yang ikut membuat desa mudah menjadi tujuan utama pariwisata antara lain:
1. Memiliki Alam yang Unik atau Arsitektur yang Menarik
Desa yang dianugerahi dengan kekayaan alam yang unik seperti pegunungan yang sejuk, pantai yang bening, sumber air panas, air terjun, sungai yang jernih dan lain sebagainya akan sangat mudah sekali untuk dijadikan sebagai modal dasar bagi daya tarik desa wisata. Para pemangku kepentingan wisata desa dapat membangun infrastruktur untuk mempermudah para wisatawan menikmati semua keindahan desa tanpa menghilangkan atau merusak lingkungan yang ada. Sedangkan, bila suatu desa hanya dianugerahi lingkungan alam yang biasa, maka bisa dibangun sebuah lingkungan desa yang menarik dengan arsitektur yang berangkat dari kekayaan budaya masing-masing desa tersebut.
2. Kegiatan Budaya yang Menarik
Kegiatan budaya lokal yang tidak hanya berlangsung pada event tertentu, namun sudah diterapkan pada kegiatan sehari-hari. Demikian akan sangat menarik perhatian para wisatawan, untuk turut merasakan sebuah pengalaman yang berbeda, dari budaya yang selama ini mereka rasakan di tempat asal mereka. Para warga desa bisa membuat konsep berpakaian sesuai budaya desa, dengan fasilitas swafoto kekinian seperti pemakaian kimono di Jepang. Kemudian warga desa juga bisa mengajak wisatawan untuk merasakan cara bercocok tanam, memasak, hingga makan bersama di pengujung acara.
3. Kerapian dan Kebersihan
Setiap desa wisata di Jepang terkenal dengan kerapihan dan kebersihan desanya. Hal ini juga harus diterapkan di desa wisata di Indonesia, dengan cara melibatkan seluruh pemandu wisata, warga desa, serta pihak pemerintah desa terkait. Mereka semua wajib untuk mengingatkan wisatawan agar selalu menjaga kebersihan. Setiap kebersihan dan kerapian akan membawa kesan yang baik. Ingatlah, betapa para wisatawan mancanegara pernah memprotes kotornya situs wisata dunia seperti Gunung Rinjani yang jika dilihat dari jauh sangat indah, namun ketika dijejaki akan banyak ditemui sampah berserakan.
Itulah tiga hal yang perlu untuk diperhatikan bagi para pemangku desa dan warga desa yang hendak menjadikan desa mereka sebagai daerah tujuan utama pariwisata. Semoga ke depan pariwisata desa di Indonesia akan lebih maju dari negara lain.
