Bernas.id – Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Indonesia Chef Association (ICA) selenggarakan Ngabuburit Bersama ICA Berbagi Nasi Kebuli Jogja Istimewa di Sumbu Filosofi 2018. Ada yang menarik dalam kegiatan ngabuburit tersebut, yaitu demo Fruit Carving, seni mengukir buah-buahan untuk membentuk sebuah motif, Tugu Pal Putih, Minggu sore, 3 Juni 2018.
Ketika dipantau Bernas.id, Chef Juhari yang akrab dipanggil Chef Ari dari Dafam Seturan sedang begitu serius, tekun untuk membuat sebuah mahkota khas Thailand dari buah semangka. Jari-jari Chef Ari tampak begitu luwes, menggoreskan pisau kecil membentuk sebuah motif. ?Tantangannya terletak dalam membuat ukirannya, terutama membuat kedalaman sumurnya,? ucapnya ramah.
Untuk tantangan yang tersulit, Chef Ari menjawab ketika membuat motif karakter. ?Motif karakter, misal burung Hantu dan Elang Jawa. Tingkat kesulitan di sayap, membentuk sambungan pakai lem,? jelasnya sambil menunjukkan hasil karyanya berbentuk burung Elang Jawa berbahan wortel.
?Kalau sudah profesional satu jam, tergantung sering latihan saja,? imbuh Chef Ari.
Sementara itu, Cipto Nugroho, alumni SMK 1 Sewon yang magang di Alana Hotel menjawab bahwa kesulitan Fruit Carving ketika meniru sebuah foto atau objek hewan. ?Kesulitannya meniru sebuah foto atau hewan,? ujarnya kepada Bernas.id.
Ketika ditanya sudah lama menekuni Fruit Carving, Cipto menjawab sudah cukup lama menekuni. ?Otodidak, lama-lama bertemu di komunitas, belajar bareng sehingga bisa semakin maju,? katanya.
Cipto pun menyebut bahwa semua buah sebetulnya bisa dilakukan proses Fruit Carving. ?Saya rasa semua buah bisa seperti melon, wortel, nanas, apel, dan pisang. Yang paling sulit membuat motif hewan, yang seperti karakter-karakter misal hewan naga,? pungkasnya. (Jat)
