Bernas.id – Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Cahaya RW 02, Sosrowijayan Wetan, Kelurahan Sosromenduran, Kecamatan Gedongtengen, Kota Yogyakarta difasilitasi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Sosromenduran, menggelar lomba pidato berbahasa Jawa, Jumat (12/10/2018) bertempat di Balai RW 02, Sosrowijayan Wetan.
Ketua TBM Cahaya, Edi Subagio mengakui kegiatan ini akan rutin dilakukan setiap tahunnya. “Acara ini sebagai uri-uri kebudayaan melalui pidato bahasa jawa dan menulis aksara jawa yang akan dikaksanakan besok dan dikhususkan bagi anak-anak,” ujarnya disela-sela kegiatan.
Sesuai dengan semboyan TBM Cahaya, Bersama TBM Kita Wujudkan Minat Baca Masyarakat Sejak Usia Dini, kegiatan lomba pidato dan menulis aksara jawa ini diikuti beberapa perwakilan masyarakat Sosrowijayan Wetan. “Dan untuk jurinya pun orang-orang yang berkompeten dibidangnya,” tambah Edi.
Lurah Sosromenduran, Dra. Ertiana Erna Hendrayani yang kali ini didaulat menjadi juri sedikit menyayangkan acara ini kurang diminati warga setempat. “Acara ini sudah bagus tapi sayang kurang diminati warga. Mungkin kedepannya acara seperti ini harus dipersiapkan benar-benar, mulai dari materi yang dibaca harus dibuat menarik, tempat pelaksanaan lomba, dan hadiahnya lebih menarik,” katanya.
Seharusnya, lanjut Erna, panitia mewajibkan masing-masing RT untuk mengirimkan peserta. “biar nantinya peserta bisa beragam, mulai dari anak, remaja, Ibu, Bapak, serta materi pidato harusnya bisa dibuat lebih bervariasi, semisal tentang budaya, seni, ataupun lingkungan,” lanjutnya.
Erna juga menyebutkan, kedepannya, direncanakan akan diadakan kursus baca bahasa jawa. “Ditindaklanjuti dengan lomba tingkat kelurahan. Diikuti dengan berbusana jawa yang benar,” katanya.
Sementara itu, Ketua Kampung Wisata Sosromenduran, Ipung Purwandari, SH mengakui acara yang menonjolkan budaya jawa ini, terutama pidato berbahasa jawa sangat penting dilakukan, mengingat Sosrowijayan Wetan merupakan bagian dari Kampung Wisata Sosromenduran. “Ini juga merupakan salah satu cara mempelajari berbahasa jawa dengan cara yang baik dan benar, sehingga ketika kita berbahasa jawa dengan bahasa yang halus, kita sebagai orang Jawa sudah bisa menguasainya,” ungkapnya.
Ipung juga berharap, bahasa Jawa sebagai bahasa Ibu di tanah Jawa dapat terus dilestarikan. “Mulai dari anak-anak sampai yang dewasa harus bisa berbahasa Jawa dengan baik dan benar,” pungkasnya. (mar)
