GUNUNGKIDUL, BERNAS.ID – Dinas Perhubungan Gunungkidul mendirikan pos di tanjakan Bundelan, Kecamatan Ngawen Gunungkidul. Pos tersebut sengaja didirikan untuk melarang kendaraan besar di atas 3 ton melewati tanjakan maut tersebut. Sebab, tanjakan Bundelan tidak direkomendasikan untuk kendaraan besar ataupun kendaraan yang kurang layak.
Kepala Dinas Perhubungan Gunungkidul, Syarif Armunanto mengungkapkan, tanjakan Bundelan memang tidak diperbolehkan untuk melintas kendaraan berat karena kondisi tanjakannya yang cukup terjal. Tanjakan dengan kemiringan 60 derajat tersebut beberapa kali memakan korban baik kendaraan besar maupun kendaraan tak sehat.
Bulan lalu, sebuah bus besar terjungkal akibat melorot tak kuat menanjak. Bus tersebut sebenarnya sudah berniat balik arah, namun ternyata tak bisa dikendalikan oleh sang sopir. Akibatnya bus tersebut melorot dan terjungkal mengakibatkan belasan orang mengalami luka dan seorang diantaranya tewas tertindih bodi bus.
“Sebelumnya juga ada kendaraan minibus yang terlempar ke jurang setelah melorot tak kuat menanjak. 11 penumpangnya mengalami luka-luka,” tuturnya ketika dikonfirmasi kumparan.com/tugujogja, Sabtu (1/06/2019)
Karenanya, mulai tahun ini pihaknya mendirikan pos khusus di kawasan tanjakan Bundelan tersebut. Selain tujuannya melarang kendaraan berat melintas, petugas pos juga akan menghentikan kendaraan yang melintas untuk memastikan kondisinya serta memberikan sosialisasi kondisi umum tanjakan tersebut kepada pengendara agar siap.
Sebenarnya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Klaten Jawa Tengah agar melarang bus ataupun truk melintang. Dan sudah ditindaklanjuti oleh pemerintah Klaten dengan menambah banyak rambu-rambu larangan truk untuk melintas.
“Memang sudah ada rambu larangan. Tetapi biar lebih efektif kita juga dirikan pos khusus,” tambahnya.
Tanjakan Bundelan merupakan tanjakan ekstrim yang tidak sembarangan kendaraan melintas. Sebagian besar kasus kecelakaan yang terjadi di kawasan tersebut diakibatkan oleh pengendara yang tidak mengetahui dan menguasai medan
Kasatlantas Polres Gunungkidul, AKP Mega Tetuko mengungkapkan, sebagian besar kecelakaan adalah pengendara luar daerah. Mereka melintas kawasan tersebut karena mengandalkan google maps. Melalui Google Maps, jalur ini memang menjadi jalur tercepat ke Gunungkidul dari Klaten.
“Kita sudah kirim surat ke Google untuk menghapus jalan tersebut dari maps,”tambahnya. (adn/adn)
