Close Menu
BERNAS.id
    Berita Terbaru

    Ucapkan Idul Adha, Ketua DPRD Jogja Angkat Nilai Perjuangan

    May 28, 2026

    Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Syar’i

    May 28, 2026

    Polsek Palu Selatan Salurkan Hewan Kurban Untuk Duafa

    May 28, 2026

    Polda DIY Selidiki Dugaan Kasus Pembubaran Kegiatan Ibadah di Bantul

    May 27, 2026

    Balkoters Tebar Kepedulian saat Iduladha, 2 Sapi dan 4 Kambing Disalurkan untuk Sesama

    May 27, 2026
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    BERNAS.id
    • Home
    • Regional
      • Internasional
      • Nasional
      • Daerah
        • DK Jakarta
        • DI Yogyakarta
        • Jawa Tengah
        • Jawa Timur
    • Finance

      Dorong Tranformasi Digital, Bank Jakarta Raih Penghargaan Digital Brand

      May 24, 2026

      Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan, Menkeu Purbaya Hadiri Jogja Financial Festival 2026

      May 22, 2026

      Siswa SMAN 28 Jakarta Antusias Sambut Program KEJAR DKI

      May 19, 2026

      DIY Jadi Tuan Rumah Pembukaan Seleksi Calon Anggota Industri Kreatif Syariah (IKRA) Tahun 2026

      April 30, 2026

      Ninja Xpress Luncurkan Ninja Cross Border: Dari Indonesia ke Dunia

      April 26, 2026
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Karir
    • Lifestyle
    • Politik
    • Hukum
    • Other
      • Travel
      • Entertainment
      • Opini
      • Tokoh
      • Budaya
      • Religi
      • Lingkungan
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Desa
      • Beragam
        • Bernas TV
        • Citizen Journalism
        • Editorial
        • Highlight
        • Inspirasi
        • Press Release
        • GlobeNewswire
    • Channel Jakarta
    BERNAS.id
    Home»Lingkungan»Limbah Pakaian Berbahaya Bagi Keselamatan Lingkungan
    Lingkungan

    Limbah Pakaian Berbahaya Bagi Keselamatan Lingkungan

    Paulus Yesaya JatiBy Paulus Yesaya JatiOctober 24, 2019No Comments
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email
    Share
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email

    BANTUL, BERNAS.ID- Industri fesyen menjadi salah satu penyumbang limbah bagi lingkungan. Padahal, produksi limbah ini saat ini semakin meningkat seiring dengan tingginya konsumsi manusia kepada pakaian.

    Jejak karbon dan limbah dari pakaian banyak ditemukan terutama di tempat-tempat pembuangan akhir. Untuk itu diperlukan gerakan atau kampanye untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat luas.

    Aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Eart Hour Yogyakarta, Maulida Rita Widyana mengatakan peningkatan limbah produksi pabrik garmen dipengaruhi oleh tingginya minat beli masyarakat terhadap pakaian. ?Kita tidak bisa menyalahkan pabrik secara langsung terkait limbah yang dihasilkan. Sebab, bahan berbahaya yang dihasilkan dari pabrik tersebut dipengaruhi oleh daya konsumtif kita sebagai konsumen,? ujarnya saat mengisi Workshop Limbah Kain yang diadakan oleh Fismo Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis 24 Oktober 2019.

    “Semakin sering kita beli baju, maka semakin banyak limbah yang dihasilkan,” imbuhnya.

    Ia juga mengatakan peran Indonesia sebagai negara pengekspor teksil ke berbagai negara juga menjadi penyebab semakin tingginya produksi limbah pakaian. Banyak pabrik dari berbagai merek ternama di dunia menempatkan negara berkembang sebagai penghasil produk yang mereka jual karena biaya produksi yang rendah. ?Indonesia menjadi salah satu pengeskpor barang garmen tertinggi di dunia. Ditambah lagi dengan pabrik yang tidak mengolah limbahnya dengan baik,? kata Maulida.

    “Kami menemukan fakta bahwa ada salah satu pabrik di daerah Jakarta Utara yang membuang limbahnya langsung ke laut, itu kan bisa berbahaya sekali bagi lingkungan,” tambahnya.

    Pada kesempatan yang sama Diah Andeswon dari DHI Project memaparkan bahwa sebagai pelaku bisnis di bidang sandang sangat miris melihat banyak sekali limbah bekas bahan baku pakaian yang terbuang pecuma. Untuk itu, Diah berharap ada kesadaran dari pelaku bisnis pakaian sendiri untuk membantu menangani permasalahan lingkungan.

    ?Peningkatan limbah kain dipengaruhi dengan silih bergantinya gaya feysen. Namun saat ini banyak juga desainer baju yang mulai sadar akan dampak negatif yang dihasilkan. Maka kami sebisa mungkin untuk memakai kembali limbahnya sesuai dengan fungsi serta kebutuhan. Karena tidak semua limbah bisa didaur ulang,?ujarnya.

    Oleh karena itu, Maulida mengajak masyarakat untuk melakukan hal terbaik dalam mengelola limbah kain mulai dari diri sendiri. Maulida mengajak untuk melakukan hal kecil mulai dari mengurangi pembelian baju secara berlebihan. Lalu, mengombinasikan pakaian lama dengan barang lain sebagai pernak pernik, kemudian mendaur ulang pakaian lama menjadi barang baru.

    Sementara itu, Diah menyarankan untuk menyumbangkan pakaian layak, tetapi sudah jarang dipakai kepada orang lain atau menjualnya. Ia juga meminta agar pemerintah pusat atau pun daerah untuk mengakomodasi gerakan-gerakan untuk menangani permasalahan limbah kain. Selain itu kesadaran akan dampak lingkungan harus dimulai dari diri sendiri. (jat)

    Share. Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email
    Paulus Yesaya Jati

    Related Posts

    PERKHAPPI Tegaskan Pentingnya Tata Kelola Pertambangan

    May 21, 2026

    Pemprov DKI Terus Revitalisasi Resapan, Koalisi JATA Gelar FGD ‘Air Tanah di Tengah Ancaman El Nino’

    May 12, 2026

    Setengah Abad IAAI, 100 Pohon Bambu Ditanam di Sekitar Candi Morangan

    April 19, 2026

    Sepakat dengan BRIN , JNF sebut Pltsa Bantargebang Mendesak di Realisasikan untuk Masyarakat

    April 18, 2026

    Diduga Langgar Aturan, Pabrik Kardus di Permukiman Cengkareng Bikin Warga Resah

    April 14, 2026

    UMY Dorong Warga Sleman Ubah Sampah Daun Jadi Energi Bernilai Ekonomi

    April 2, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Internasional Terbaru

    Tingkatkan Strategi Anda: Kompetisi Trading Global Diluncurkan dengan Hadiah Uang Tunai Besar

    May 27, 2026

    CGTN: Mengutamakan rakyat: Prinsip utama dalam tata kelola Tiongkok

    May 26, 2026
    Berita Nasional Terbaru

    28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Luncurkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa

    May 21, 2026

    Janabadra Club Dorong Sinergisitas Alumni Nasional untuk Kontribusi Almamater dan Bangsa

    April 13, 2026
    Berita Daerah Terbaru

    Ucapkan Idul Adha, Ketua DPRD Jogja Angkat Nilai Perjuangan

    May 28, 2026

    Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Syar’i

    May 28, 2026
    BERNAS.id

    Office Address :
    Jakarta
    Menara Cakrawala 12th Floor Unit 05A
    Jl. MH Tamrin Kav. 9 Menteng, Jakarta Pusat, 10340

    Yogyakarta
    Kawasan Kampus Universitas Mahakarya Asia,
    Jl. Magelang KM 8, Sendangadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55281

    Email :
    info@bernas.id
    redaksi@bernas.id

    Advertisement & Placement :
    +62 812-1523-4545

    Link
    • Google News BERNAS.id
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik
    • Verifikasi Dewan Pers BERNAS.id
    BERNAS.id
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    © 2015 - 2026 BERNAS.id All Rights Reserved.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.