BERNAS.ID – Penularan virus corona (Covid-19) masih terjadi antarorang di Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari jumlah kasus pasien yang positif terjangkit virus corona terus terjadi lonjakan. Pemerintah menyampaikan pasien positif Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 1.046 kasus, Sabtu (28/3/2020) pagi. 78 orang telah meninggal dunia, di antaranya ada dokter dan perawat. Kabar baiknya, ada 46 orang dinyatakan sembuh dari infeksi Covid-19.
Rupanya penerapan physical distancing, belajar, bekerja, dan beribadah di rumah belum bisa mengerem laju penularan virus corona. Mirisnya, ada orang-orang yang nekat mudik, meninggalkan Jakarta dan pulang kampung. Pemerintah daerah berinisiatif melakukan lockdown lokal, melarang mudik, maupun harus melapor jika ada orang datang dari luar daerah.
Sebagai contoh, warga di Yogyakarta telah melakukan karantina wilayah secara mandiri. Tiap orang yang masuk ke dusun atau desa hanya bisa melewati satu pintu atau jalan. Masyarakat setempat berjaga untuk melakukan penyemprotan disinfektan saat ada kendaraan atau warga yang masuk ke dusun. Mengingat penularan Covid-19 yang begitu cepat, physical distancing saja tidaklah cukup apalagi masih ada warga yang nekat bepergian bahkan malah pergi ke daerah lainnya.
“KAMPUNG DI JOGJA MANDIRI LOCKDOWN KAMPUNG NYA SENDIRI SENDIRI ! ? INI BUKAN PROTES ! INI KARENA MELINDUNGI KAMPUNGNYA MASING2 ! ? INI BUKAN SOAL SEPELE ! ? CORONA SUDAH MENYERANG SEMUA INDONESIA DAN RS TIDAK PUNYA APD LENGKAP ! ? HADAPI FAKTANYA ! ? #karantinawilayah !,” tulis @JOGJAWONDERFUL
#KarantinaWilayah pun menjadi salah satu cara untuk mencegah penularan Covid-19 sekaligus membatasi keluar masuknya orang dari kota ke kota. Setidaknya bisa melindungi warga daripada semakin banyak nyawa yang terenggut akibat infeksi virus corona.
Pantauan Bernas.Id, Sabtu (28/3/2020) pagi, #KarantinaWilayah ramai diusulkan netizen di Twitter. Berikut cuitan yang berhasil dihimpun Bernas.Id:
“Tutup AKSES KELUAR MASUK JAKARTA !!!!!! Tutup bandara. Tutup KRL. Tutup MRT . TUTUP TERMINAL, TUUTUP STASIUN. rugi! Emang. Mau rugi, apa mau banyak yg mati? #KarantinaWilayah,” cuit dr Tirta @tirta_hudhi
“Ayo waktunya #KarantinaWilayah timbang makin banyak korban jiwa!! Ayo cok, cek ndang ngaleh Corona iki! Sumpek nak omah teros iki!!,” kicau @siswoy
“Kenapa akses kluar jakarta yg zona merah masih bebas? Akhirnya banyak daerah2 kecolongan banyak perantau mudik bebas? Kesadaran org indonesia masih susah, harus brani tegas memang…#KarantinaWilayah,” ungkap @Ariefitriyani.
“rela lah gua kalo smpe kgak mudik juga buat antisipasi (naudzubillah) klo kita kena virus. Berabe jg klo virus udh nympe ke desa2 krna rata2 msh pda cuek dan prlu edukasi lg. I vote #KarantinaWilayah,” kicau _mrbee (mta)
