SLEMAN, BERNAS.ID-Bencana nasional pandemi virus Corona mengakibatkan permintaan bahan bakar pesawat menurun sampai 70 persen. Penurunan permintaan ini avtur terjadi di PT Pertamina (Persero) wilayah Marketing Operation Region IV.
Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR IV, Anna Yudhiastuti mengatakan penurunan terjadi semenjak bulan Maret 2020 atau tepatnya ketika pandemi Covid-19 melanda Indonesia. ?Penurunan tertinggi terjadi di bandar udara Adi Sucipto Kota Yogyakarta, sebelumnya rata-rata di bulan Februari adalah 180 Kiloliter per hari, namun saat ini berkisar antara 20-50 Kiloliter per hari,” terangnya, Jumat (17/4).
Anna juga menyebut penurunan permintaan avtur sampai 50 persen di beberapa lokasi lain seperti di Bandar Udara Ahmad Yani Semarang dan Adi Soemarmo Boyolali. Padahal rata-rata harian di bulan Februari 2020 masing-masingĀ bandara tersebut mengonsumsi avtur sebesar 100 dan 45 Kiloliter. Di bulan April menjadi 50 dan 20 Kiloliter.
?Penurunan terjadi imbas berkurangnya penerbangan di masing-masing bandar udara yang terdapat di wilayah Pertamina MOR IV yaitu Jawa Tengah dan DI Yogyakarta,” imbuh Anna.
Meskipun terjadi penurunan permintaan avtur, Pertamina MOR IV tetap menjaga stok kebutuhan bahan bakar sebagai upaya antisipasi jika dibutuhkan. ?Saat ini stok Avtur di Pertamina MOR IV berkisar di angka 10.000 kiloliter dan ketahanan stoknya mencapai 36 hari. Dari angka tersebut Pertamina memastikan kebutuhan avtur untuk Pertamina MOR IV tetap terjaga, “tutup Anna. (jat)
