Bernas.id – Kulon Progo, sebuah kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta yang berbatasan dengan Sleman dan Bantul di sebelah timur, Samudra Hindia di bagian selatan, Kabupaten Purworejo di bagian barat, dan di bagian utara berbatasan dengan Kabupaten Magelang. Sektor pariwisata di kabupaten Kulon Progo terbilang cukup banyak dan sedang booming akhir-akhir ini.
Jika berkunjung ke suatu daerah rasanya tak lengkap tanpa wisata kulineran. Menikmati makanan dan minuman khas daerah. Salah satu tempat yang wajib dicoba saat berkunjung ke Kulon Progo adalah Kopi Ampirono yang terletak di Kecamatan Girimulyo. Hanya tawarkan view sunrise, kopi tubruk, dan lodeh kluwih kedai Kopi Ampirono tak pernah sepi pengunjung.
Lokasi Tak Jauh dari Tugu Yogyakarta
Kopi Ampirono terletak di Jalan Raya Kaligesing, Teling, Pendoworejo, Kecamatan Girimulyo. Jika dari Tugu Yogyakarta lurus Jalan Godean sampai ketemu Pasar Kenteng, nah lokasi Kopi Ampirono sekitar 800 meter dari sini. Cukup strategis didukung akses jalan yang mudah dan lancar sehingga tak butuh banyak waktu menujun tempat nongkrong asyik ini.
Menu Ndeso Jadi Andalan
Karena mengangkat konsep modern – tradisional maka menu yang disajikan adalah menu ndeso ala Kulon Progo. Kopi tubruk lokalan Yogyakarta, baik arabica maupun robusta. Aneka jenis sayur lodeh bisa dinikmati selain menu utama kopi tubruk. Satu menu favorit di sini adalah lodeh kluwih yang gurih dan kental. Selain kopi dan aneka sayur lodeh, jajanan ndeso seperti pisang goreng, tempe mendoan, dan tak ketinggalan pati gebleg khas Kulon Progo pun disediakan untuk menemani menyeruput kopi. Tenang, bagi Anda yang tidak suka kopi tetap bisa mampir karena ada teh telang sebagai alternatif pilihan minuman selain kopi.
Harga Wajar
Makan sepuasnya hanya 10 ribu rupiah begitu yang tertera di pricelist menu. Harga tambahan hanya dihitung jika ada tambahan lauk-pauk. Harga wajar sesuai menu yang disajikan. Aneka minuman pun dibandrol antara 6 ribu – 8 ribu rupiah. Sementara jajanan dimulai harga 2 ribuan.
View Sunrise dan Instagramable
Abadikan moment saat berkunjung ke sini dengan befoto ria. View yang ditawarkan sangat instagramable apalagi jika berkunjung pagi hari maka jangan lewatkan saat sunrise. Sangat indah dan benar-benar bisa merefresh pikiran.
Bersinergi dengan Warga Sekitar
“Untuk makanan, Kopi Ampirono mengambil konsep memberdayakan warga sekitar. Jadi suplier sayur lodeh dan makanan lainnya adalah ibu-ibu sekitar kita. Kita bayar cash untuk menu sehari itu jadi makanan yang disediakan benar-benar fresh, makanya jika habis tidak ada lagi tambahan porsi. Habis ya sudah, besok baru akan ada lagi,” ungkap Mas Sharif Omelo owner dari Kopi Ampirono saat dihubungi secara daring Senin (1/6) kemarin. Begitu juga dengan ketersediaan tanaman telang sebagai bahan membuat teh, salah satu minuman alternatif yang ada di Kopi Ampirono. Mas Sharif mengajak warga sekitar untuk menanam telang dengan harapan nantinya akan menjadi produk andalan daerah Girimulyo dan Kopi Ampirono tentunya.
Ada Parkir Mobil dan Motor yang Luas, Musholla, dan Toilet yang Bersih
Meski terletak di tepi jalan raya, lahan parkir yang disediakan cukup luas baik untul mobil maupun motor. Fasilitas lainnya adalah musala yang luas serta 4 toilet yang bersih sehingga cocok sebagai tempat singgah kala perjalanan wisata ke Kulon Progo.
Di Tengah Wabah Covid19 Tetap Buka
Jangan takut, karena SOP sesuai protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah menjadi acuan Kopi Ampirono saat buka di tengah wabah Corona. Setiap pagi sebelum buka, seluruh tempat telah disterilkan dengan cairan khusus, pun saat pergantian pengunjung. Meja kursi akan dibersihkan sehingga steril dan aman untuk pengunjung berikutnya. Untuk sementara selama wabah Corona Kopi Ampirono buka mulai pukul 11.00 hingga pukul 20.00 waktu Indonesia barat.
Tunggu apalagi? Segera mampir dan nikmati pesona sunrise, kopi tubruk, dan lodeh kluwih di Kopi Ampirono. Kalian juga bisa mengikuti update Kopi Ampirono di akun instagram @kopiampirono.
